Remaja Karanganyar Tinggalkan HP Agar Dikira Hilang, Ternyata ke Jogja
Remaja Karanganyar yang sempat diduga hilang di Sungai Bengawan Solo ditemukan selamat di Yogyakarta usai sengaja meninggalkan HP dan sandal.
Foto ilustrasi mendaki gunung, dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Jalur pendakian Bukit Mongkrang di lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar, masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan meski pendaki yang sempat hilang telah ditemukan. Penutupan jalur pendakian Bukit Mongkrang Lawu tetap diberlakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh aspek keselamatan.
Pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang, Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Gawanan, Colomadu, ditemukan pada Selasa (10/2/2026) pagi. Ia sempat dilaporkan hilang saat mendaki Bukit Mongkrang pada Minggu (18/1/2026). Yazid ditemukan oleh relawan Wanadri yang melakukan operasi pencarian mandiri dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan jalur pendakian Mongkrang telah ditutup sejak Senin (19/1/2026), sehari setelah laporan hilangnya korban dan dibukanya operasi pencarian dan pertolongan (opsar) gabungan. Hingga kini, belum ada kepastian kapan jalur tersebut akan kembali dibuka untuk umum.
“Meski survivor sudah ditemukan, jalur pendakian Mongkrang masih ditutup. Untuk batas waktunya sampai kapan, saat ini belum ada kepastian,” ujar Hendro saat berbincang dengan Espos, Rabu (11/2/2026).
Opsar gabungan melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta unsur terkait lainnya dan secara resmi ditutup pada hari ke-13 pencarian, Sabtu (31/1/2026). Namun, hingga penutupan tersebut, Yazid belum ditemukan. Pendaki asal Colomadu itu baru ditemukan pada hari ke-23 sejak dinyatakan hilang, setelah gabungan relawan, termasuk Wanadri, melanjutkan pencarian secara mandiri hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.
Hendro menjelaskan, penutupan jalur pendakian Bukit Mongkrang Lawu masih diberlakukan karena akan dilakukan evaluasi menyeluruh bersama sejumlah pemangku kepentingan. Evaluasi itu mencakup standar operasional prosedur (SOP) pendakian, sistem registrasi, pengawasan, hingga aspek keselamatan pendaki.
Dalam waktu dekat, BPBD akan menggelar rapat koordinasi bersama pengelola Bukit Mongkrang, pihak Tahura, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya guna membahas rencana pembukaan kembali jalur pendakian.
“Kami akan lakukan rapat koordinasi terlebih dahulu. Perlu ada evaluasi bersama setelah kejadian ini sebelum jalur dibuka kembali,” jelasnya.
Ia menambahkan, kasus pendaki hilang yang berujung meninggal dunia ini merupakan kejadian pertama di Bukit Mongkrang. Karena itu, diperlukan langkah pembenahan menyeluruh agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari.
Selama masa penutupan, masyarakat dan calon pendaki diminta tidak memaksakan diri naik melalui jalur resmi maupun jalur alternatif. Petugas akan melakukan pengawasan guna memastikan kebijakan penutupan berjalan efektif. “Keselamatan menjadi prioritas. Kami minta masyarakat mematuhi kebijakan ini sampai ada keputusan resmi terkait pembukaan kembali jalur pendakian,” tegas Hendro, sembari menegaskan bahwa evaluasi jalur pendakian Bukit Mongkrang Lawu terus dikoordinasikan lintas instansi terkait aspek keamanan dan tata kelola pendakian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Remaja Karanganyar yang sempat diduga hilang di Sungai Bengawan Solo ditemukan selamat di Yogyakarta usai sengaja meninggalkan HP dan sandal.
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.