Advertisement
Polres Klaten Bangun Jembatan Presisi di Karangnongko
Kondisi jembatan di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, Klaten, yang ambrol Februari lalu mulai dibangun oleh Polres Klaten, Selasa (7/4/2026). (Istimewa - Humas Polres Klaten)
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN — Polres Klaten memulai pembangunan Jembatan Presisi di Desa Gumul, yang sebelumnya putus akibat banjir. Proyek tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama bersama unsur Forkopimcam Karangnongko dan masyarakat setempat, Selasa (7/4/2026).
Jembatan ini menjadi penghubung vital antara Dukuh Bale Rejo dan Dukuh Geneng yang sempat terputus sejak Februari lalu. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, terutama untuk mendukung aktivitas pendidikan dan perekonomian.
Advertisement
Ditarget Rampung Dua Bulan
Kapolres Klaten, Moh Faruk Rozi, menegaskan pembangunan ini merupakan bentuk kontribusi Polri dalam membantu pemulihan infrastruktur masyarakat.
BACA JUGA
“Alhamdulillah kami bisa melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang insyaallah kami targetkan satu sampai dua bulan sudah bisa dipergunakan oleh masyarakat. Jembatan ini kami buat lebih lebar sekitar 3,5 meter sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat dan layout-nya dibuat miring agar memudahkan manuver kendaraan,” ujarnya.
Menurut Kapolres, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan dalam revitalisasi infrastruktur di berbagai wilayah di Klaten.
“Polres Klaten telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi lima jembatan di beberapa wilayah. Harapannya, jembatan ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan dan perekonomian masyarakat serta dijaga bersama agar tetap awet,” ungkapnya.
Efisiensi Waktu dan Dorong Ekonomi
Camat Karangnongko, Erni Kusumawati, mengapresiasi pembangunan tersebut. Ia menilai jembatan ini akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama dalam mempercepat akses antarwilayah.
“Insyaallah itu bisa memberikan manfaat yang besar karena jembatan ini merupakan akses pendidikan dan juga akses untuk meningkatkan perekonomian. Karena mempersingkat waktu perjalanan sekitar 10 menit. Kalau di bidang ekonomi 10 menit itu sangat berarti,” jelasnya.
Erni juga mengajak pemerintah desa dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan setelah selesai dibangun, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 10 April 2026
- Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 10 April 2026, Cek di Sini
- Update KRL Solo-Jogja, Ini Jadwal dari Palur ke Tugu
- Progres Tol Jogja-Solo Ruas Purwomartani-Maguwoharjo Capai 35 Persen
- Banjir Kali Belik Jogja Terulang, Sudetan Disiapkan Mulai Tahun Ini
Advertisement
Advertisement








