Advertisement

Anggota Polisi Diduga Terlibat dalam Kasus Gudang Nakoba Semarang

Newswire
Selasa, 14 April 2026 - 16:42 WIB
Sunartono
Anggota Polisi Diduga Terlibat dalam Kasus Gudang Nakoba Semarang Foto ilustrasi penyalahgunaan narkoba. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Pengungkapan pabrik narkotika jenis Zenith di sebuah gudang tersembunyi di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, membuka fakta mengejutkan. Seorang anggota kepolisian berpangkat Bharaka berinisial P ikut terseret dalam kasus tersebut. Saat ini pihak terkait sedang mendalami peran Bharaka P dalam pusaran gudang narkoban itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, membenarkan keterlibatan anggota polisi dalam kasus tersebut. Meski demikian peran Bharaka P dalam kasus tersebut masih didalami penyidik. “Benar dan masih didalami peran sertanya, mohon waktu ya,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Advertisement

Dalam pengungkapan kasus ini, aparat telah menangkap dua orang tersangka, sementara delapan lainnya masih berstatus daftar pencarian orang (DPO). Operasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat.

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait peredaran obat berbahaya di wilayah Jakarta Barat. Dari hasil penyelidikan, polisi lebih dulu mengamankan seorang pria berinisial P di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, dengan barang bukti 120.000 butir Zenith.

Dari pengakuan awal, P diduga berperan sebagai kurir yang bekerja di bawah kendali tersangka utama berinisial D, yang mengoperasikan pabrik dari luar kota. Tim kemudian bergerak ke Semarang untuk melakukan pengembangan kasus.

Pada Kamis (9/4/2026), petugas berhasil menangkap D di kediamannya di Semarang. Dari lokasi tersebut, polisi menemukan gudang yang telah dimodifikasi menjadi laboratorium produksi narkotika atau clandestine laboratory.

Di dalam gudang itu, aparat menyita 186.000 butir tablet Zenith siap edar serta sekitar 1,83 ton bahan baku prekursor yang berpotensi diolah menjadi jutaan butir obat terlarang.

Menurut Budi, pengungkapan ini tidak hanya dilihat dari nilai ekonomi barang bukti, tetapi juga dampaknya terhadap keselamatan masyarakat luas. “Keberhasilan menggagalkan peredaran lebih dari 4,3 juta butir Zenith ini secara langsung telah menyelamatkan sedikitnya 4,3 juta jiwa anak bangsa dari risiko kerusakan saraf permanen hingga kematian,” katanya.

Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk memburu para pelaku lain yang telah masuk dalam daftar pencarian orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penjelasan Lengkap UI Terkait Viral Chat Mesum 16 Mahasiswa FH

Penjelasan Lengkap UI Terkait Viral Chat Mesum 16 Mahasiswa FH

News
| Selasa, 14 April 2026, 20:27 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement