Advertisement

Viral Diduga DC Keroyok Warga di Exit Toll Prambanan, Pelaku Diburu

Taufik Sidik Prakoso
Kamis, 23 April 2026 - 19:17 WIB
Sunartono
Viral Diduga DC Keroyok Warga di Exit Toll Prambanan, Pelaku Diburu Kekerasan - Ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, KLATEN—Peristiwa penganiayaan diduga dilakukan debt collector (DC) di dekat exit tol Prambanan, Kecamatan Jogonalan, menjadi viral setelah video seorang pria berlumur darah menyebar luas di media sosial.

Kasatreskrim Polres Klaten AKP Taufik Frida Mustofa membantah narasi pembacokan debt collector (DC) dan mengkonfirmasi bahwa korban memang mengalami luka akibat benda tumpul di kepala dan punggung.

Advertisement

"Memang kami menerima laporan dugaan terkait dengan penganiayaan. Ada laki-laki yang mengalami luka pada bagian kepala dan ada bagian luka di bagian punggung," kata Taufik saat ditemui di Pemkab Klaten, Kamis (23/4/2026).

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (21/4/2026) memicu spekulasi perselisihan warga komunitas anti riba dengan kelompok diduga DC atau mata elang di kawasn warung sate Jalan Raya Jogja-Solo.

"Riil tidak ada pembacokan. Jadi peristiwa ini penganiayaan," tegas Taufik menyanggah klaim senjata tajam dari unggahan Instagram dan Facebook.

Tim Satreskrim Polres Klaten telah mengggali kronologi lewat CCTV, keterangan empat saksi, dan visum korban untuk identifikasi pelaku.

"Kami sisir CCTV untuk mengambil kronologi secara utuh bagaimana peristiwa itu terjadi. Kemudian kami juga mengambil keterangan saksi-saksi yang ada di lokasi. Kemudian kita juga melakukan penyelidikan terkait dengan sebab bisa terjadi kejadian tersebut," papar Taufik.

Dugaan sementara perselisihan dua warga dengan kelompok DC memicu keributan tanpa senjata tajam. Kapolres Klaten AKBP Moh Faruk Rozi optimistis pengungkapan pelaku dalam waktu dekat melalui pendalaman Satreskrim.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami bisa mengungkap siapa pelakunya," jelasnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat hindari provokasi sweeping yang justru ricuh hukum. "Masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, termasuk ajakan untuk melakukan sweeping. Ia menegaskan tindakan tersebut justru dapat berujung pada konsekuensi hukum," tegasnya.

Kasus viral exit tol Prambanan ini jadi pelajaran literasi digital kontra hoaks kekerasan. Video manipulatif sebar narasi DC bacok warga padahal fakta penganiayaan benda tumpul tanpa senjata tajam. Polres Klaten prioritaskan kebenaran CCTV saksi visum ketimbang opini medsos yang memicu sweeping berbahaya di Jogonalan Klaten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Polisi Bongkar Solar Subsidi Ilegal di Tanjung Perak

Polisi Bongkar Solar Subsidi Ilegal di Tanjung Perak

News
| Kamis, 23 April 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Wisata
| Rabu, 22 April 2026, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement