Advertisement
Bulog Jateng Pastikan Stok Beras Aman hingga Akhir 2026
Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Senin (19/2/2024). - Antara - Erlangga Bregas Prakoso
Advertisement
Harianjogja.com, BREBES — Perum Bulog memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Jawa Tengah dalam kondisi aman hingga akhir 2026. Stok tersebut diproyeksikan mencukupi untuk kebutuhan program bantuan pangan pemerintah maupun penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Pemimpin Wilayah Bulog Jateng, Sri Muniati, mengungkapkan total stok saat ini mencapai 372.362 ton setara beras. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen sudah dalam bentuk beras siap salur, sementara sisanya masih dalam proses pengolahan dari gabah.
Advertisement
“Stok masih aman dan kami terus melakukan serapan gabah dari petani. Hingga 1 Mei 2026, realisasi serapan sudah mencapai sekitar 200 ribu ton dari target tahunan 374 ribu ton,” ujarnya saat mendampingi kunjungan kerja di Brebes, Sabtu (2/5/2026).
Ia menambahkan, capaian tersebut setara dengan sekitar 52 persen dari target tahunan yang sudah terealisasi hingga akhir April 2026. Bulog optimistis target serapan dapat tercapai seiring masih berlangsungnya panen di sejumlah daerah sentra produksi.
BACA JUGA
Namun demikian, tingginya volume serapan berdampak pada keterbatasan kapasitas penyimpanan. Gudang induk Bulog disebut tidak lagi mencukupi untuk menampung seluruh stok. Untuk mengatasi hal ini, Bulog menjalin kerja sama dengan pihak swasta maupun BUMN guna menyediakan gudang mitra.
“Kerja sama penyediaan gudang masih terus dibuka. Ini penting untuk menjaga kualitas stok sekaligus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani,” jelas Sri.
Selain menjaga stok, Bulog juga tengah menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Hingga awal Mei 2026, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 30 persen dan ditargetkan rampung pada akhir bulan. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Hekal. Ia menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan logistik pangan nasional, terutama di tengah kondisi geopolitik global yang masih bergejolak.
Menurut Hekal, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan kondisi stok yang cukup bahkan melimpah. “Kami melihat langsung gudang-gudang Bulog dalam kondisi penuh. Ini menjadi kabar baik bahwa ketersediaan pangan di daerah tetap terjaga,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan sektor logistik dan pengemasan sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju swasembada pangan. Upaya tersebut, lanjutnya, bisa didukung melalui investasi, termasuk skema pendanaan seperti Danantara atau mekanisme lainnya.
Secara keseluruhan, kinerja Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dinilai cukup baik. Pemerintah pun memastikan distribusi beras akan terus dijaga agar tetap lancar dan harga tetap terkendali.
“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan. Pemerintah akan memastikan pasokan aman, distribusi lancar, dan harga tetap terjangkau,” tegas Hekal.
Dengan kondisi stok yang memadai dan strategi distribusi yang terus diperkuat, ketahanan pangan di wilayah Jawa Tengah, termasuk Brebes dan sekitarnya, diyakini tetap terjaga hingga akhir tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








