OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Polres Karanganyar menangkap lima orang terduga pelaku penganiayaan hingga mengakibatkan nyawa pelajar SMP N 5 Karanganyar, Wildan Ahmad, 14 meninggal dunia saat latihan silat.
Kelima pelaku ditangkap masing-masing BP, 21, warga Suruh, Kecamatan Tasikmadu; RS, 20, warga Tegalgede; AE, 17, pelajar SMA 1 Karanganyar; HT, 16, pelajar SMK Binakarya Karanganyar; MA, 15, pelajar MTSN 2 Karanganyar.
BACA JUGA : Siswa SMP 5 Karanganyar Meninggal saat Latihan Pencak Silat
Kapolres Karanganyar, AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, melalui Kasi Humas Polres Karanganyar, AKP Imam, mengatakan terduga pelaku ditangkap setelah polisi memintai keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari keterangan saksi dan olah TKP diperoleh informasi korban mengikuti latihan silat di halaman SD N 2 Cangakan, Karanganyar, Minggu (26/11/2023) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban merupakan warga baru sehingga dibebankan untuk membawa siswa sebanyak empat orang saat latihan.
Lantaran korban tidak mendapatkan siswa tersebut akhirnya korban mendapatkan hukuman berupa (doweran). “Korban diminta kuda-kuda ambil napas kemudian dipukul dan tendang oleh seniornya,” kata dia, Senin (27/11/2023).
Kemudian sekitar pukul 16.00 WIB, saat dilakukan hukuman tendangan dan pukulan (pernapasan) oleh seniornya korban jatuh dan ngorok. Hingga akhirnya oleh rekan yang lain diberikan pertolongan pertama dengan memberikan air.
BACA JUGA : Polisi Tunggu Hasil Autopsi Kematian Pelajar SMP 5 Karanganyar saat Latihan Pencak Silat
Setelah diberikan air minum dan dibawa ke teras kelas, kondisi korban tambah parah. Saat dipegang tangannya terasa dingin dan detak jantung sudah tidak ada. “Korban dibawa ke ruang IGD RSUD Karanganyar dan meninggal dunia,” kata dia.
AKP Imam mengatakan selain menangkap terduga pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti satu setel baju perguruan Pagar Nusa milik korban dan dua setel baju perguruan Pagar Nusa milik korban luka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.
Menlu Sugiono memastikan Indonesia terus berkoordinasi untuk menyelamatkan 9 WNI peserta flotilla kemanusiaan Gaza yang ditangkap Israel.