40 Persen Anggota KPPS Klaten adalah Orang Baru

Taufiq Sidik Prakoso
Taufiq Sidik Prakoso Kamis, 25 Januari 2024 22:37 WIB
40 Persen Anggota KPPS Klaten adalah Orang Baru

Pemilu, pemungutan suara, kertas suara - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, KLATEN—Sebanyak 29.386 petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dilantik secara serentak di masing-masing desa/kelurahan, Kamis (25/1/2024).

Mereka akan bertugas di 4.198 tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2024 di Klaten. Hampir separuh dari petugas KPPS itu merupakan wajah baru. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten, Primus Supriono, mengatakan KPPS dilantik serentak di 401 desa/kelurahan. Jumlah total anggota KPPS sebanyak 29.386 orang untuk 4.198 TPS.

“Pelantikan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara serentak. Ini merupakan simbol, karena pemilu memerlukan kertas suara dan bahan bakunya dari kayu. Oleh karena itu, semangat kami menanam pohon adalah ingin mengembalikan kertas yang digunakan,” kata Primus saat ditemui di sela-sela monitoring pelantikan KPPS di Desa Kanoman, Karangnongko, Kamis.

Ia menjelaskan KPPS yang dilantik merupakan ujung tombak penyelenggaraan Pemilu di Klaten. Himpunan dari TPS-TPS mencerminkan kinerja penyelenggaraan pemilu di setiap daerah.

“Kami selalu menyampaikan agar KPPS harus bersikap profesional, menjaga netralitas, bertindak jujur, apa pun hasilnya dituangkan serta hal yang penting lainnya yakni teliti, baik kepada siapa pun yang berhak menggunakan hak pilihnya, teliti mengidentifikasi sah atau tidaknya suara, termasuk menyalin hasil penghitungan suara,” ujar dia.

Primus mengatakan saat ini ada 40% dari total KPPS merupakan orang baru atau baru kali pertama terlibat menjadi penyelenggara pemilu.

BACA JUGA: Terdakwa Kasus Mutilasi Mahasiswa Jogja Dituntut Hukuman Mati

“Kenapa lebih banyak yang baru? Karena ada pembatasan usia dalam persyaratan serta tingkat pendidikan ditingkatkan dengan saat ini minimal lulusan SMA. Ketemulah generasi muda [menjadi KPPS],” jelas Primus.

Primus berharap banyaknya KPPS berusia muda semakin memperlancar proses penyelenggaraan pemilu terutama dalam penghitungan dan rekapitulasi suara di Klaten. “Pemilu nanti menggunakan aplikasi Sirekap yang berbasis website. Itu anak-anak muda [diharapkan memiliki kecakapan dalam mengoperasikan teknologi informasi]. Maka tugas berat kami dalam bimbingan teknis agar bisa melaksanakan itu dengan baik,” ungkap dia.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Klaten, Muhammad Ansori, menjelaskan para pemuda memang didorong mendaftar menjadi KPPS pada Pemilu 2024.

Salah satu faktornya lantaran usia muda rata-rata memiliki kemampuan dan perangkat teknologi yang cukup memadai. “Ini penting karena penyelenggara pemilu kali ini dituntut dalam percepatan arus informasi dan pelaporan melalui teknologi informasi,” jelas Ansori.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Solopos

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online