Arah Baru Pembangunan Magelang Mulai Disusun dari Pendopo
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Nyengkuyung Borobudur dikemas dengan gala dinner sekaligus Syawalan, di destinasi wisata Dwanu Borobudur, Senin (6/5/2024) malam./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG-- Para insan pariwisata di Kabupaten Magelang bergotong royong melakukan promosi wisata melalui kegiatan Nyengkuyung Magelang. Kegiatan ini mengundang ratusan agen tour dan travel di Jawa Tengah, Jogja, bahkan Jawa Timur dan Jawa Barat. Adapun dari Magelang menghadirkan para pengelola wisata.
Kegiatan Nyengkuyung Borobudur dikemas dengan gala dinner sekaligus Syawalan, di destinasi wisata Dwanu Borobudur, Senin (6/5/2024) malam. Acara dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Mulyanto, Direktur Ketep Pass, Mul Budi Santoso, Ketua Daya Tarik Wisata (DTW) Edward Alfian, dan lainnya.
BACA JUGA: Membangun Ekosistem Anggrek di Magelang
Ketua panitia, Aris Setiawan mengungkapkan kegiatan ini diinisiasi oleh komunitas VW Trip, dengan mengajak semua insan pariwisata di Magelang untuk bersama-sama mewujudkan kegiatan ini.
"Insan pariwisata di Magelang ini bersatu dalam komunitas Pesona Magelang, semua memiliki jiwa saling mendukung dan saling sinergi. Seperti kegiatan ini, nyengkuyung bareng [bergotong royong bersama], semua berusaha memberikan tenaga, pikiran dan materi untuk memengundang buyer dan seller. Semoga acara ini bisa dilaksanakan rutin setiap tahun," katanya.
Ketua DTW Edward Alfian mengatakan para agen tour dan travel diundang karena mereka sebagai buyer (pembeli) yang akan menggunakan jasa pariwisata di Kabupaten Magelang, sehingga mereka diharapkan mengenal dengan baik dan menjalin kerja sama dengan insan parisata di Magelang.
"Adapun sellernya adalah para pelaku wisata di Magelang seperti pengelola destinasi wisata, penyedia jasa wisata seperti VW, arung jeram, hotel, restoran dan lainnya, yang melayani dan menyediakan kebutuhan ketika ada wisatawan datang ke Magelang," katanya.
Kepala Disparpora, Mulyanto yang membacakan sambutan Pj Bupati Magelang, Sepyo Achanto mengatakan pariwisata bukan hanya tentang menyajikan destinasi yang menarik, tetapi juga tanggung jawab menjaga kelestarian alam, budaya dan kehidupan masyarakat lokal Magelang.
"Kita memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian warisan kita, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kita dapat memperkuat hubungan serta memperluas kerja sama saling menguntungkan," katanya.
Selain itu, para insan pariwisata juga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keberlanjutan pariwisata di antara pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal, pelaku usaha pariwisata dan pemerintah daerah. Dengan demikian, tercipta kesepahaman bersama dalam memperkuat komitmen guna meningkatkan kemitraan strategis yang dapat menggerakkan industri pariwisata menjadi yang lebih baik.
Direktur Ketep Pass Mul Budi Santoso mengapresiasi semangat para insan pariwisata ini dalam berkolaborasi dalam mewujudkan Nyengkuyung Magelang. "Ini wujud bahwa kita kompak, mari bersama-sama bergerak dan membawa wisatawan sebanyak-banyaknya ke Magelang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Hari ketiga pencarian warga hilang di Hutan Pathuk Turi, Sleman, SAR gabungan menerjunkan delapan SRU dan tim vertikal.
Bapeten memastikan gempa NTT tidak memicu kenaikan paparan radiasi. Sebanyak 14 fasilitas radiasi berada di 8 kabupaten terdampak.
China mengonfirmasi sejumlah warganya luka akibat gempa M7,7 NTT. Pemerintah China mengaktifkan bantuan konsuler bagi korban terdampak.
Myanmar mengakui 308.975 pengungsi Rohingya di Bangladesh sebagai mantan penduduk Rakhine dan siap menerima mereka saat kondisi aman.
BNPB mencatat 54 orang meninggal akibat gempa M7,7 di Flores, NTT. Pendataan kerusakan dan korban luka masih terus dilakukan.