Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Sebanyak 345 perenang usia 6-11 tahun mengikuti Bapas 69 Cup di Magelang. FAI menilai ajang ini penting untuk pembibitan atlet sejak dini. /Istimewa.
Harianjogja.com, MAGELANG—Sebanyak 345 perenang cilik berusia 6-11 tahun terjun dalam Kejuaraan Renang Pemula Bapas 69 Cup Tahun 2026 di Kabupaten Magelang, Minggu (20/9/2026). Kejuaraan tersebut menjadi salah satu wadah pembibitan atlet renang usia dini di wilayah eks-Karesidenan Kedu.
Para peserta berasal dari 31 sekolah maupun klub renang dan bertanding di Kolam Renang Banjarmakmur, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.
Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Akuatik Indonesia (FAI) Kota Magelang, HIR Jatmiko, mengatakan kompetisi renang usia dini penting untuk mempersiapkan atlet yang nantinya dapat bersaing di level yang lebih tinggi.
Menurut Jatmiko, anak-anak tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dalam berenang, tetapi juga pengalaman mengikuti kompetisi sejak usia dini. Karena itu, kejuaraan dengan iklim persaingan yang sehat diperlukan untuk membentuk kesiapan mental dan fisik atlet pemula.
"Tujuan utama dari kejuaraan seperti ini adalah sebagai ajang untuk mempersiapkan bibit-bibit atlet pemula. Kita butuh iklim kompetisi yang sehat agar anak-anak ini siap secara mental dan fisik untuk menghadapi event-event yang lebih besar di masa mendatang, baik itu di tingkat daerah, regional, bahkan hingga tingkat nasional," tegas Jatmiko, di sela kegiatan.
Bapas 69 Cup Jadi Wadah Bibit Atlet
Jatmiko yang juga Anggota DPRD Kota Magelang tersebut mengapresiasi komitmen PT BPR Bank Bapas 69 (Perseroda) Magelang yang mewadahi bakat perenang muda melalui Bapas 69 Cup.
Kejuaraan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-57 PT BPR Bank Bapas 69 Magelang.
Ia berharap Bapas 69 Cup dapat terus digelar sehingga semakin banyak bibit atlet renang potensial yang muncul dari sekolah maupun perkumpulan renang di daerah.
Selain mempertandingkan berbagai nomor perlombaan, kejuaraan ini juga memiliki momentum lain bagi masyarakat Magelang. Pelaksanaan Bapas 69 Cup menandai dibukanya kembali Kolam Renang Banjarnegoro untuk masyarakat umum.
"Dengan dibukanya kembali sarana ini, ke depannya kami berharap kolam renang ini bisa menjadi pusat fasilitas berlatih bagi klub-klub maupun sekolah, dan melahirkan prestasi untuk anak-anak kita," tutur dia.
Dorong Sport Tourism di Magelang
Direktur Utama PT BPR Bank Bapas 69 Magelang, Rohmad Widodo, diwakili Kepala Biro Pemasaran Bank Bapas 69 Magelang, Yofan Gustama, mengatakan Bapas 69 Cup tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT ke-57 perusahaan.
Menurut dia, penyelenggaraan kejuaraan tersebut juga menjadi perwujudan konsep sport tourism yang diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas kawasan Magelang.
"Keterlibatan berbagai pihak di tingkat desa dalam ajang ini juga selaras dengan upaya perusahaan untuk mendorong kemandirian dan memaksimalkan potensi desa," kata Yofan.
Konsep tersebut diharapkan dapat menghidupkan kawasan Magelang melalui perputaran ekonomi sekaligus memperkuat interaksi kemasyarakatan.
Pembukaan kejuaraan turut dihadiri jajaran Forkompimcam Mertoyudan, perangkat Desa Banjarnegoro, dan tamu undangan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
DPRD Kulonprogo meminta APBD Perubahan 2026 segera dijalankan agar penyerapan anggaran tak menumpuk di akhir tahun.
Pemerintah menyiapkan hunian subsidi di kawasan industri untuk memudahkan buruh memiliki rumah sekaligus menekan biaya transportasi.
Iran menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup hingga AS memenuhi komitmen kesepakatan Juni 2026 dan persyaratan Teheran.
Aktivasi IKD Kulonprogo baru 7,98 persen. Blank spot, spesifikasi HP, dan rendahnya kehadiran warga menjadi kendala.
Sebanyak 345 perenang usia 6-11 tahun mengikuti Bapas 69 Cup di Magelang. FAI menilai ajang ini penting untuk pembibitan atlet sejak dini.