PHRI Dorong Borobudur Jadi Hub Bisnis Kuliner dan Pariwisata

Nina Atmasari
Nina Atmasari Selasa, 01 September 2026 22:27 WIB
PHRI Dorong Borobudur Jadi Hub Bisnis Kuliner dan Pariwisata

PHRI mendorong Borobudur menjadi hub bisnis kuliner dan pariwisata lewat Culinary Challenge dan Tabletop yang mempertemukan seller dan buyer. /Ist-Dok prokompim pemkab Magelang.

Harianjogja.com, MAGELANG— Kawasan Borobudur didorong tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga berkembang sebagai hub bisnis kuliner dan pariwisata yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dari berbagai daerah. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magelang mencoba mengembangkan peran tersebut melalui Culinary Challenge dan Tabletop.

Kegiatan yang digelar di Marga Utama Candi Borobudur, Senin (31/8/2026) malam, mempertemukan pelaku industri kuliner, hotel, restoran, pengelola destinasi, dan calon mitra bisnis. Sebanyak 22 peserta mengikuti Culinary Challenge, sedangkan forum Tabletop diikuti 33 seller anggota PHRI Kabupaten dan Kota Magelang serta 51 buyer dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua PHRI Kabupaten Magelang, Usep Syarifudin mengatakan, dua kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan potensi kuliner lokal sekaligus menciptakan ruang pertemuan bisnis bagi pelaku industri pariwisata di kawasan Borobudur.

“Culinary Challenge menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan kuliner lokal, mendorong penggunaan bahan pangan daerah, serta memberikan ruang promosi bagi pelaku industri kuliner,” jelasnya.

Menurut Usep, keberadaan Tabletop menjadi pelengkap karena forum tersebut mempertemukan pelaku usaha hotel, restoran, dan pengelola destinasi dengan calon wisatawan maupun mitra usaha. Dari pertemuan itu, terbuka peluang kerja sama, perluasan jaringan bisnis, hingga pengembangan paket wisata yang lebih menarik dan kompetitif.

Borobudur Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

PHRI Kabupaten Magelang melihat Borobudur memiliki modal yang kuat untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berkelanjutan. Daya tarik dunia yang dimiliki kawasan tersebut berpadu dengan nilai sejarah dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi produk wisata serta kuliner.

Usep mengatakan penyelenggaraan Culinary Challenge dan Tabletop memiliki sejumlah sasaran. Salah satunya meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisata ke Borobudur sekaligus mempertemukan pelaku industri pariwisata dalam forum bisnis.

Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan tingkat hunian kamar dan kualitas wisata kuliner. Dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat serta pelaku usaha di sekitar Borobudur dan Kabupaten Magelang juga menjadi tujuan kegiatan.

Gagasan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Magelang. Bupati Magelang Grengseng Pamuji menilai kolaborasi Culinary Challenge dan Tabletop menjadi langkah konkret untuk memperkuat ekosistem pariwisata di kawasan Borobudur.

“Ini luar biasa. Atas nama Pemerintah Daerah, kami berkomitmen untuk senantiasa mendukung setiap kolaborasi yang bermuara pada penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Grengseng.

Ia menegaskan Borobudur bukan sekadar kebanggaan Kabupaten Magelang, tetapi juga menjadi bagian penting dari pariwisata Indonesia. Karena itu, pengembangan kawasan tersebut dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.

“Borobudur ini milik kita semua. Bukan hanya milik Kabupaten Magelang, bukan hanya milik PHRI Kabupaten Magelang, tetapi milik kita semua yang mestinya memberikan manfaat untuk kita semua,” katanya.

Culinary Challenge dan Tabletop Diusulkan Jadi Agenda Tahunan

Grengseng mengajak pelaku usaha pariwisata, PHRI, ASITA, pengelola destinasi, hingga masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan Borobudur sebagai penggerak pariwisata sekaligus ekonomi.

“Tidak ada yang paling menang, tidak ada yang dikalahkan. Mari duduk bersama-sama, berjalan bersama-sama. Kita bangkitkan pariwisata nasional melalui Borobudur dan mulai dari titik Borobudur ini kita bangkit bersama,” ajaknya.

Pemkab Magelang juga menyambut rencana menjadikan Culinary Challenge dan Tabletop sebagai agenda tahunan di kawasan Borobudur. Pemerintah daerah menyatakan siap memberikan dukungan sekaligus memfasilitasi kegiatan tersebut.

“Kalau event seperti ini mau dilakukan tahunan, kami atas nama pemerintah support 100 persen. Kalau dilakukan di wilayah Borobudur, insya Allah saya siap memfasilitasi,” ujarnya.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Magelang akan berkomunikasi dengan pengelola Taman Wisata Borobudur (TWB) terkait penggunaan lokasi apabila kegiatan tersebut nantinya ditetapkan sebagai agenda tahunan.

Menurut Grengseng, konsistensi penyelenggaraan kegiatan seperti Culinary Challenge dan Tabletop diperlukan untuk menciptakan ruang pertemuan bisnis secara berkelanjutan. Forum tersebut sekaligus dapat menjadi sarana promosi kuliner dan memperkuat jejaring antar-pelaku industri pariwisata.

“Marilah kita buat momentum Borobudur ini menjadi momentum kebangkitan pariwisata nasional, khususnya di Jawa Tengah,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online