Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja, SRAGEN—Tiga pelajar ditangka warga saat kedapatan mencuri 20 ekor Entok millik warga di Kampung Candi, Kelurahan Gemolong, Kecamatan Gemolong, Sragen, Kamis (13/2/2025) dini hari. Meski demikian semua pihak sepakt bhawa kasus tersebut tidak diproses hukum karena perkara itu diselesaikan secara keadilan restoratif (restorative justice).
Kapolsek Gemolong, AKP Liyan Prasetyo, mengatakan aksi pencurian unggas yang dilakukan tiga pelajar itu dipergoki pemiliknya, Achmad Rosid, 46, warga Candi, Gemolong, dan warga setempat. Awalnya hanya satu orang ditangkap, namun akhirnya dua pelaku lainnya yang kabur bisa ditangkap pula.
BACA JUGA : Pelaku Curanmor di Asrama Kalimantan Barat Jogja Tertangkap
Awalnya, pemilik kandang curiga dengan suara kendaraan bermotor yang bolak-balik di depan rumahnya. Pemilik kandang mengintip dari jendela rumah dan melihat tiga orang mencurigakan.
“Mereka ini percobaan mencuri 20 ekor entok di kandang unggas milik warga. Para warga setempat juga sudah mengintai. Begitu mereka mendekati kandang, pemilik dan warga langsung menyergap. Satu pelaku berhasil ditangkap dan lainnya kabur,” ujar dia, Sabtu (15/2/2025).
Polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap dua orang yang kabur itu di lokasi yang terpisah. Liyan menyebut tiga pelajar itu berinisial RA, 20, GR, 15, dan AR, 17. Dia menyatakan mereka mengaku hanya iseng mencuri entok itu.
“Karena para pelaku masih di bawah umur dan telah ada kesepakatan dengan korban maka perkara ini diselesaikan melalui mekanisme restorative justice,” katanya.
Liyan kemudian mempertemukan keluarga pelaku dengan korban untuk mediasi diMapolsek Gemolong. Dalam pertemuan itu, korban memaafkan para pelaku dan sepakat menyelesaikan perkara itu secara kekeluargaan. Para pelajar itu, jelas dia, menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
“Kasus itu tidak berlanjut ke proses hukum. Kami mengimbau kepada masyarakat, utamanya orang tua, agar lebih mengawasi pergaulan anak-anak mereka supaya tidak terjerumus dalam tindakan krimimal dengan motif iseng,” ucapnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.