Puncak Arus Balik, Ribuan Pemudik Padati Pantai Klotok dan Sembukan
Wisatawan serbu Pantai Klotok dan Sembukan Wonogiri pada H+3 Lebaran 2026. Dominasi pemudik asal Jakarta dan Semarang picu lonjakan pendapatan tiket.
Ilustrasi pembacokan./JIBI
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Soloraya kini menjadi kawasan gengster yang tumbuh subur. Terbukti kelompok geng di wilayah ini semakin menggila melakukan aksi kriminal.
Terbaru kelompok gengster dari Boyolali dan Sukoharjo bentrok di kawasan di Jalan Ahmad Yani, Kartasura, Minggu (27/7/2025). Sayangnya, kelompok biadab ini juga menyasar pengguna jalan, salah satunya anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Kartasura.
Pelaku merupakan anggota kelompok gengster Kapal Selam. Kelompok geng Kapal Selam bergabung dengan geng Tubruk bertikai dengan geng Resbar dan Jayen Poesar.
Dilansir Espos, Kamis (31/7/2025), pertikaian antargengster dipicu saling tantang di media sosial (medsos). Kelompok geng Kapal Selam berasal dari Colomadu, Karanganyar. Kelompok geng Tubruk berasal Solo. Sedangkan, geng Resbar dan Jayen Poesar berasal dari Boyolali.
Keempat geng ini sepakat bertemu di kawasan Kartasura untuk berduel menggunakan senjata tajam. Geng Kapal Selam bergabung dengan geng Tubruk. Mereka berjumlah 60 orang dan berangkat menuju Kartasura.
Setiba di lokasi kejadian, dua kelompok geng ini bertemu anggota geng Resbar dan Jayen Poesar asal Boyolali. Lantaran kalah jumlah, anggota geng Resbar dan Jayen Poesar putar balik ke arah Boyolali.
"Mereka dikejar anggota geng Kapal Selam dan Tubruk menggunakan sajam di sepanjang Jalan Ahmad Yani," kata Kapolsek Kartasura, AKP Tugiyo, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo.
Kala itu, warga Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Hanif yang merupakan anggota Kokam melewati lokasi kejadian. Dia hendak menjemput temannya untuk mengikuti pengajian Minggu Pagi di Mojolaban.
Hanif terjebak dalam aksi tawuran antargengster di lokasi kejadian. Dia mengalami luka sayatan di leher akibat sabetan sajam. "Petugas lantas melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Dua pelaku penganiayaan berinisial FD, 16, warga Kecamatan Banjarsari, Solo dan RF, 16, warga Kecamatan Colomadu, Karanganyar ditangkap di lokasi berbeda," ujar dia.
Berdasarkan keterangan pelaku, mereka membeli sajam jenis cocor bebek (corbek) secara online senilai Rp400.000. Senjata tajam itu digunakan saat tawuran dengan kelompok gengster lain di lokasi kejadian.
Penanganan kasus ini dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukoharjo. "Kedua pelaku merupakan anak di bawah umur sehingga kasusnya ditangani unit PPA Satreskrim Polres Sukoharjo," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisatawan serbu Pantai Klotok dan Sembukan Wonogiri pada H+3 Lebaran 2026. Dominasi pemudik asal Jakarta dan Semarang picu lonjakan pendapatan tiket.
Jepang, Tiongkok, Arab Saudi, Tajikistan, Australia, dan Uzbekistan lolos ke Piala Dunia U-17 2026. Indonesia tersingkir di fase grup.
RPS Hargobinangun di Kaliurang mampu mengelola hingga 4 ton sampah per hari meski masih minim alat modern dan armada pengangkut.
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.