Kucing Hutan Masuk Kap Mobil Warga Klaten, Damkar Evakuasi
Damkar Klaten mengevakuasi seekor kucing hutan dari kap mobil warga di Cawas. Satwa dilindungi itu akan diserahkan ke BKSDA Jawa Tengah.
Jogging - Freepik
Harianjogja.com, KLATEN–Pemkab Klaten, Jawa Tengah, bakal memperbaiki fasilitas Stadion Trikoyo. Lantai jogging track rencananya menggunakan bahan sesuai standar yakni polyurethane.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten, Suryanto, mengatakan perbaikan jogging track Stadion Trikoyo menggunakan alokasi anggaran melalui APBD Perubahan 2025. Material jogging track mencontoh lintasan yang ada di Supersoccer Arena Kudus.
Suryanto mengungkapkan lapisan dasar jogging track menggunakan perkerasan aspal. Di atasnya, bakal dilapisi bahan polyurethane yang menjadi lintasan jalur jogging serta lari tersebut.
“Semacam karet yang digunakan pada standar lintasan jogging track. Sehingga harapannya nanti bisa lebih nyaman digunakan,” kata Suryanto, Senin (25/8/2025).
Selain perbaikan lintasan jogging track, Suryanto menjelaskan ada perbaikan untuk merapikan tribune yang mengelilingi stadion. Disinggung total anggaran untuk perbaikan lintasan jogging track hingga perapihan tribune, Suryanto mengungkapkan hampir Rp5 miliar.
BACA JUGA: Pemerintah Bakal Bongkar Jembatan Apung, Warga Pajangan Menolak
Suryanto menjelaskan dokumen pengadaan barang/jasa perbaikan jogging track serta tribune stadion kini sudah diserahkan ke Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Klaten. “Setelah pengesahan APBD Perubahan dan proses untuk pemilihan barang jasanya sudah selesai, segera kami laksanakan. Paling lambat nanti di akhir September,” jelas Suryanto.
Suryanto berharap dengan perbaikan yang dilakukan tahun ini, kawasan Stadion Trikoyo termasuk lintasan jogging track bisa lebih nyaman digunakan untuk olahraga. Perbaikan itu juga menindaklanjuti keluhan warga terkait kondisi jogging track di stadion.
Ia juga mengajak warga Kabupaten Bersinaruntuk ikut merawat fasilitas yang sudah dibangun termasuk jogging track termasuk setelah proses perbaikan selesai dan lintasan dilapisi polyurethane. “Setelah ada perbaikan jogging track, kami memohon kepada warga yang nanti akan menggunakan, apabila memungkinkan menggunakan sepatu ya sepatu khusus untuk lari. Jangan sampai menggunakan yang bersol keras karena itu nanti akan merusak lapisan permukaannya,” kata Suryanto.
Salah satu warga, Aleya, 20, mengungkapkan kondisi jogging track Stadion Trikoyo saat ini lumayan bagus dibandingkan sebelumnya. Sebelumnya, kondisi lintasan jogging serta lari banyak kerikil.
Disinggung rencana Pemkab memperbaiki lantai jogging track, Aleya berharap bisa disegerakan. “Semoga cepat dibangun dan bisa digunakan,” kata warga Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Klaten, tersebut saat ditemui di Stadion Trikoyo.
Selain jogging track, dia juga berharap tempat duduk pada tribun keliling stadion bisa diperbaiki. Aleya mengungkapkan saat ini banyak warga yang memilih jogging di stadion. “Kalau saya pribadi biasanya tiga sampai empat kali [jogging di stadion]. Sering ke sini karena banyak temannya,” ungkap Aleya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Damkar Klaten mengevakuasi seekor kucing hutan dari kap mobil warga di Cawas. Satwa dilindungi itu akan diserahkan ke BKSDA Jawa Tengah.
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.
Wabup Kulon Progo Ambar Purwoko mendorong siswa Sekolah Rakyat di Lendah tekun belajar, percaya diri, dan berani menjadi pemimpin.
Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta tetap digelar pada 31 Oktober dan 3 November 2026 dengan pesan kemanusiaan.
Survei Indef terhadap 1.800 UMKM menunjukkan partisipasi dalam program MBG masih rendah, sementara 22% responden mengalami penurunan usaha.
DPRD Bantul mengubah aturan toko modern. Jarak minimal menjadi 1 km, produk UMKM wajib mendapat ruang, dan 50% pekerja harus warga lokal.