Pajak Kendaraan Jateng Nunggak Rp2,4 Triliun, Ini Datanya
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Foto ilustrasi nasi bungkus atau nasi kucing. - Freepik
Harianjogja.com, WONOGIRI—Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan keracunan seratusan siswa SMAN 2 Wonogiri dan MIN Wonogiri mengandung bakteri salmonella dan ecoli. Hal itu terungkap dari hasil uji laboratorium menu MBG oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri.
Sekretaris Daerah Wonogiri FX Pranata mengatakan Dinkes Wonogiri telah menguji enam sampel menu MBG yang disajikan kepada siswa diduga memicu seratusan siswa mengalami mual, muntah, dan diare. “Tiga dari enam sampel makanan itu ditemukan bakteri salmonella dan e-coli,” kata Pranata kepada wartawan, Rabu (17/9/2025).
Pranata belum memaparkan secara detail dua bakteri itu terkandung dalam bahan atau lauk apa. Penyelidikan epidemiologi dilakukan oleh Dinkes pada Sabtu (13/9/2025). Diketahui, Dinkes Wonogiri telah mengambil sampel makanan dan sampel air.
BACA JUGA: PDIP Hormati Keputusan Prabowo Ganti Kepala LKPP
"Ini nanti akan dilakukan penelusuran apakah bahannya yang mengandung, atau prosesnya atau distribusinya. Ini dilakukan pendalaman oleh Dinkes. Dengan begitu nanti bisa diantisipasi," ujarnya.
Pemkab Wonogiri dengan mengundang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Wonogiri untuk membahas pengelolaan penyediaan MBG.
"Nanti kita bahas sejumlah hal. Seperti operasional, berapa yang sudah beroperasi dan wilayahnya mana saja. Mana saja yang belum," kata Pranata.
Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersama forum komunikasi pimpinan daerah akan membahas soal pengawasan program MBG di sektor kesehatan, termasuk mengevaluasi kejadian dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa di Wonogiri.
Selain itu, limbah organik dari produksi dari kegiatan produksi MBG bakal dikoordinasikan agar tidak menjadi masalah pada kemudian hari. “Kami mengharapkan respons dari masyarakat. Kami ingin tahu apa yang diinginkan murid juga,” ujar dia.
Sebelumnya, sebanyak 110 siswa SMAN 2 Wonogiri dan puluhan siswa MIN diduga mengalami keracunan akibat menu MBG yang disantap pada Kamis (11/9/2025). Satu siswa bahkan sampai dirawat di rumah sakit.
Kepala SPPG Wonokarto Tomi Setyo Budi mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya dari petugas, ada penambahan tepung pada saus barbeku untuk menu yang disajikan kepada para siswa. "Itu membuat saus barbeku. Tim dapur merasa kok masih encer, akhirnya ditambah tepung maizena biar agak kental," ujar Tomi.
BACA JUGA: Pemerintah Siapkan Skema Impor BBM Satu Pintu Pertamina
Dugaannya tambahan tepung maizena itu belum tanak sempurna meski pun saus sudah tampak matang. Pihaknya sudah menjenguk dan meminta keterangan sejumlah siswa yang mengalami diare dan muntah setelah makan menu MBG tersebut.
Menurut keterangan sejumlah siswa yang mengalami diare, mereka mengaku merasa saus yang dimakan terasa kurang sedap. Berdasarkan evaluasi itu, tim menduga memang saus barbeku yang diduga memicu perut siswa mulas dan berujung diare. Tetapi dia memastikan bahan-bahan makanan dalam menu MBG aman dan layak konsumsi.
"Kalau telur dan bahan-bahan lain klir, aman. Di saus. Kita tentu tidak ingin ada kejadian seperti ini," beber Tomi.
Tomi menyebut SPPG itu melayani 16 sekolah dari TK-SMA. Setiap hari SPPG itu membuat sekitar 3.000 porsi menu MBG. Pembuatan lauk dan pengiriman makanan dilakukan secara bertahap.
Pihaknya masih menyimpan sampel menu MBG yang memicu sejumlah siswa mengalami diare itu. Sampel itu juga disiapkan untuk pemeriksaan sehingga bisa diketahui secara pasti penyebab para siswa mengalami diare. SPPG Wonokarto sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Wonogiri untuk memeriksa sampel makanan itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Bahlil Lahadalia menawarkan PLTA Mamberamo Papua kepada investor dengan potensi 23 GW. PLTA Sungai Kayan juga ditawarkan.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.