24 Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Boyolali
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Media sosial X - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SEMARANG—Polrestabes Semarang membantah kabar yang menyebut remaja perempuan pembuat konten lomba komentar rasis di media sosial merupakan anak anggota polisi di lingkungan institusinya. Klarifikasi itu disampaikan menyusul viralnya video remaja tersebut yang memicu kecaman publik.
Video viral itu beredar luas melalui unggahan akun Instagram @kasitau.info. Dalam video berdurasi singkat tersebut, seorang remaja perempuan tampak berjoget dengan iringan musik sambil menampilkan tulisan “komentar paling rasis gw tf 100rb”. Konten tersebut kemudian memicu kemarahan warganet karena dinilai mengandung unsur rasisme.
Kontroversi semakin meluas setelah remaja perempuan itu mengaku berasal dari keluarga anggota Polri. Dalam unggahan yang beredar, ia menyebut kedua orang tuanya merupakan polisi dengan pangkat tinggi sehingga merasa tidak takut menghadapi persoalan hukum.
"Apa-apa dikasusin, saya yang akan menang. Orang tua saya dua-duanya polisi dan bukan pangkat rendah," ungkap remaja perempuan tersebut.
Dalam keterangan unggahan di media sosial itu, remaja perempuan tersebut juga disebut-sebut sebagai anak anggota polisi yang bertugas di Polrestabes Semarang. Namun, pihak kepolisian memastikan informasi tersebut tidak benar.
Pejabat Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menegaskan remaja perempuan yang viral karena konten rasis itu bukan anak anggota Polrestabes Semarang.
"Mengenai video tersebut yang saat ini viral di media sosial, yang menyebutkan bahwa anak tersebut merupakan anak dari seorang perwira di lingkungan Polrestabes Semarang, itu tidak benar," kata Riki kepada Espos, Sabtu (9/5/2026).
Meski membantah keterkaitan dengan anggota Polrestabes Semarang, pihak kepolisian tetap melakukan koordinasi dengan Unit Siber Polda Jawa Tengah untuk menelusuri lebih lanjut identitas dan kemungkinan keterkaitan remaja tersebut dengan anggota kepolisian dari institusi lain.
Riki memastikan hingga saat ini tidak ditemukan hubungan antara remaja perempuan dalam video viral tersebut dengan personel Polrestabes Semarang. Polisi juga masih menunggu hasil pendalaman dari jajaran Reskrim dan Polda Jawa Tengah terkait kasus tersebut.
"Nanti tindak lanjutnya kami update kembali hasil koordinasi dari Reskrim dan Polda Jateng. Karena memang itu bukan anak dari anggota Polrestabes Semarang," jelasnya.
Kasus video viral lomba komentar rasis itu hingga kini masih menjadi perhatian publik di media sosial, terutama setelah muncul pengakuan remaja perempuan yang mengklaim memiliki orang tua anggota polisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.