Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Dua rantis water cannon menyemprotkan air ke permukaan Jl Slamet Riyadi untuk meredam suhu panas di kawasan tersebut, Rabu (15/10/2025). (Istimewa/Polresta Solo
Harianjogja.com, SOLO— Polresta Solo menyemprot air di jalanan menggunakan kendaraan taktis (rantis) water cannon. Hal itu dilakukan untuk meredam cuaca panas yang dikeluhkan masyarakat.
Keluhan yang bernada gurauan tersebut disampaikan pengguna Instagram dengan nama akun @wira.mavendraharjuna2021 di kolom komentar akun resmi Polresta Surakarta pada Rabu (15/10/2025).
“Pak Kapolres, Solo bagian cidro panase ora umum iki ndan (emoticon api) koyone neroko bocor sitik ndaan, tulung omahku disemprot watercanon ndaan... eling lho ndan watercanon dudu gas airmata,” tulisnya.
Tak disangka keluhan bernada guyonan itu mendapatkan respons dari Polresta Solo yang langsung mengerahkan dua unit mobil water cannon untuk menyemprotkan air di sepanjang Jl Slamet Riyadi, yang merupakan salah satu pusat aktivitas utama masyarakat Kota Bengawan.
Polresta Solo merencanakan kegiatan itu akan dilakukan hingga sepekan. Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, melalui Kasubsi PIDM Humas, Ipda Iswan TW, menyampaikan water cannon milik Polresta Solo dan Brimob Yon C Pelopor berkeliling bersama, menyemprotkan air ke jalanan guna membantu meredakan suhu panas di kawasan tersebut.
“Tujuannya selain menghilangkan debu, juga sebagai upaya menurunkan suhu di jalan-jalan protokol di Solo,” kata dia saat diwawancarai Espos, Kamis (16/10/2025).
Kegiatan ini telah dilakukan sejak Rabu dan rencananya berlanjut hingga tujuh hari. “Sembari melihat situasi dan cuaca di Solo, Pak Kapolresta [Solo] menginstruksikan untuk mengeluarkan mobil water cannon selama tujuh hari ke depan,” tutupnya.
Penjelasan BMKG
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Farita Rachmawati, menyebut cuaca panas di Solo dan sekitarnya belakangan ini disebabkan karena gerak semu matahari saat ini berada di atas garis khatulistiwa.
“Karena gerak semu matahari pada bulan September berada tepat di atas khatulistiwa, dan bergerak ke arah selatan sehingga pada bulan Oktober tepat di atas pulau Jawa,” kata Farita dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Espos, Kamis (16/10/2025).
Fenomena ini, lanjut dia, bukan yang pertama terjadi, melainkan merupakan fenomena tahunan. Dibanding Solo, kondisi cuaca panas masih lebih tinggi di kawasan pesisir seperti Semarang. Diperkirakan, suhu panas tahun ini tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Sebab, saat ini dibarengi dengan masuknya musim hujan.
“Pada bulan Oktober ini, beberapa wilayah di Jateng sudah memasuki musim hujan termasuk sebagian wilayah Soloraya. Sehingga suhu yang cukup panas pada pagi hingga siang hari, namun pada sore hingga malam hari terjadi hujan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.