13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja, BOYOLALI—Seorang kakek tiri di Boyolali tega mencabuli cucunya sejak 2024. Kasus tersebut terungkap saat guru dari korban melihat luka bekas sayatan di tangan bocah tersebut pada akhir September 2025. Tersangka bahkan sempat mengancam membunuh korban jika membocorkan aksi cabulnya ke orang lain.
Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, menyampaikan tindakan pencabulan terhadap anak terjadi di wilayah Kecamatan Boyolali. Tersangka berinisial BD, 66. Korban diketahui seorang remaja perempuan usia 14 tahun yang masih duduk di bangku kelas VII.
Indra menjelaskan awal mula kejadian dugaan tindak pidana pencabulan kepada korban diketahui saat terdapat pemeriksaan kesehatan di sekolah korban.
“Oleh petugas kesehatan, didapati pergelangan tangan korban terdapat luka sayat. Setelah ditanya oleh guru, korban menyampaikan ada permasalahan di rumah. Korban mengatakan mengalami perbuatan pencabulan oleh kakek tiri,” katanya, Kamis (23/10/2025).
Korban menyayat tangannya sebagai bentuk depresi atas tekanan batin yang ia terima. Pihak sekolah kemudian menghubungi orang tua si anak. Setelah diklarifikasi orang tuanya, korban mengungkap pencabulan dilakukan kakek tirinya sejak Juni 2024 hingga 28 September 2025.
“Dalam kurun waktu 2024 dan September 2025, ini [pencabulan] sudah sering. Sehingga, tidak bisa kami klasifikasikan berapa kali. Korban juga tidak ingat secara pasti,” kata dia.
Pencabulan pada 28 September 2025 dilakukan saat tersangka datang ke kamar korban. Indra mengatakan tersangka mencabuli cucunya saat ada kesempatan berdua. Kebetulan, rumah keduanya dalam satu pekarangan.
“Tersangka mengancam korban akan mencekik leher korban. Dan pernah saat tersangka menjemput pulang sekolah, tersangka pernah memberhentikan korban di kebun. Dan tersangka mengancam akan membunuh korban jika ia memberitahukan pencabulan tersebut ke orang,” kata dia.
Indra menjelaskan pasal yang dipersangkakan kepada tersangka yaitu pasal 82 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.
“Ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar,” kata dia.
Kepala DP2KBP3A Boyolali, Ratri S. Survivalina, mengatakan telah berkoordinasi dengan sekolah korban terkait hal tersebut.
“Kami langsung koordinasi dengan sekolah, tapi sekolah sudah bisa menyelesaikan serta melindungi anak itu. Sehingga, kami hanya bisa menunggu semisal sekolah membutuhkan bantuan dari kami,” kata dia saat dihubungi wartawan, Senin (6/10/2025).
Saat ini, pihak sekolah sudah memberikan pendampingan dan perlindungan pada korban sehingga proses pembelajaran tetap berlanjut.
Ratri membeberkan korban terjamin aman dari pelaku. Saat ini korban tinggal bersama keluarga yang lain dan terpisah dengan pelaku. “Si anak terbuka dan memiliki masalah cukup berat dan tidak bisa dipecahkan sendiri serta dipendam cukup lama,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.