Evakuasi Pendaki Bukit Mongkrang Dialihkan, SAR Pilih Jalur Sungai
Evakuasi pendaki Bukit Mongkrang di Karanganyar dilakukan lewat jalur sungai Beruk dengan melibatkan 50 personel SAR gabungan.
Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. - Freepik
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Kebakaran besar melanda sebuah kandang ayam milik warga di Dusun Pucung, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (18/1/2026) malam. Insiden tersebut tidak hanya menghanguskan bangunan kandang, tetapi juga menyebabkan sekitar 14.000 ekor ayam mati terpanggang di dalamnya.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api dari arah kandang ayam. Hingga saat ini, nilai kerugian materiil akibat kejadian tersebut masih dalam proses perhitungan oleh tim terkait.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan api sudah dalam kondisi membesar ketika warga menyadari adanya kebakaran. Material kandang yang sebagian besar mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan.
“Api diketahui sudah membesar saat warga menyadari adanya kebakaran. Kondisi kandang yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar membuat api cepat menjalar,” ujar Hendro kepada Espos, Senin (19/1/2026).
Berdasarkan hasil kaji cepat sementara BPBD Karanganyar di lokasi kejadian, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada hubungan arus pendek listrik. Di dalam kandang terdapat berbagai peralatan elektronik yang digunakan untuk menunjang pemeliharaan anak ayam.
Hendro menyebutkan, di dalam kandang terdapat blower, alat pemanas, serta instalasi listrik yang menyala selama 24 jam. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya korsleting. “Dugaan sementara memang karena korsleting, namun ini masih bersifat awal,” jelasnya.
Kandang ayam yang terbakar memiliki ukuran sekitar 9 meter x 60 meter dan diketahui milik Sarno, 51, seorang wiraswasta asal Kecamatan Mojogedang, Karanganyar. Saat kejadian, kandang tersebut berisi sekitar 14.000 ekor ayam berusia tiga hari yang seluruhnya tidak berhasil diselamatkan.
Selain ribuan ekor ayam, kebakaran juga menghanguskan berbagai sarana pendukung usaha peternakan. Barang yang ikut terbakar antara lain 60 sak pakan voer, 10 unit blower, tiga unit mesin diesel, peralatan makan dan minum ayam, alat pemanas, serta satu unit sepeda motor Honda Beat yang terparkir di sekitar lokasi kandang.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Hendro memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Pemilik kandang bersama warga sekitar berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar dan meluas.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Warga bersama petugas Pemadam Kebakaran, relawan, TNI, dan Polri turut membantu penanganan di lapangan hingga api benar-benar dapat dikendalikan,” ujarnya.
Pasca-kejadian, BPBD Karanganyar langsung melakukan pendataan, kaji cepat, serta pengamanan lokasi kebakaran untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan. Hingga Senin pagi, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan sudah aman dan terkendali.
“Fokus kami saat ini adalah pendataan dan memastikan lokasi aman. Untuk nilai kerusakan dan kerugian masih dalam tahap penghitungan oleh tim,” kata Hendro.
Ia menambahkan, peristiwa kebakaran kandang ayam di Mojogedang ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha peternakan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang bersumber dari instalasi listrik.
“Kandang ayam biasanya menggunakan peralatan listrik selama 24 jam. Kami mengimbau agar instalasi listrik rutin dicek, tidak menggunakan kabel yang sudah usang, dan memastikan sistem pengaman listrik berfungsi dengan baik,” tegasnya.
BPBD Karanganyar juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar agar dapat ditangani lebih cepat, mengingat deteksi dini dan respons cepat berperan penting dalam meminimalkan dampak kerugian akibat bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Evakuasi pendaki Bukit Mongkrang di Karanganyar dilakukan lewat jalur sungai Beruk dengan melibatkan 50 personel SAR gabungan.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi