Pemutihan Denda PBB Klaten 2026, Bayar Pokok Saja hingga 31 Desember
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Kecelakaan lalu lintas - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KARANGANYAR— Kecelakaan lalu lintas tunggal yang terjadi di Jalan Karanganyar–Candi Sukuh, Dusun Nglorok, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Sabtu (7/2/2026), menewaskan dua perempuan. Salah satu korban diketahui merupakan pegawai Dinas Pendidikan Kota Solo.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Karanganyar, Ipda Faham Rosyadi, menjelaskan dua korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut adalah pengendara sepeda motor dan pemboncengnya.
“Pengendara atas nama Ari Margiyanti, 49 tahun, warga Klodran, Colomadu, Karanganyar. Pembonceng bernama Sri Ningsih, 52 tahun, warga Semanggi, Pasar Kliwon, Kota Solo,” kata Faham kepada Espos.
Kedua korban mengalami luka berat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya gangguan pada sistem pengereman.
“Korban diduga baru saja mengikuti kegiatan touring di kawasan Candi Sukuh,” ujarnya.
Kronologi Kecelakaan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sri Ningsih diketahui merupakan pegawai Dinas Pendidikan Kota Solo. Suami korban, Wahyu, menceritakan bahwa kecelakaan bermula dari rencana mengikuti kegiatan touring.
Menurut Wahyu, sepeda motor milik keluarga mereka mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan untuk berangkat. Karena khawatir terlambat, Sri Ningsih kemudian memutuskan untuk membonceng sepeda motor milik temannya, Ari Margiyanti, yang menggunakan Yamaha NMax berpelat nomor AD-6538-AKF.
“Motor kami tidak bisa dipakai. Istri lalu ikut numpang temannya. Saya juga ikut numpang motor lain. Saya sama sekali tidak menyangka itu menjadi perjalanan terakhir,” ujar Wahyu saat ditemui di RSUD Karanganyar.
Ia menuturkan, selama kegiatan di kawasan Candi Sukuh tidak ada hal mencurigakan. Peserta touring sempat berfoto dan makan bersama sebelum kembali pulang.
Saat perjalanan turun, posisi Wahyu berada di rombongan depan, sementara istrinya berada cukup jauh di belakang.
“Saya kaget saat dikabari teman satu tim touring ada kecelakaan. Saya langsung naik lagi ke atas dan melihat istri saya sudah dievakuasi,” katanya.
Dugaan Rem Blong
Dari hasil pemeriksaan awal kepolisian, sepeda motor yang ditumpangi korban melaju dari arah Candi Sukuh menuju Karanganyar. Saat melintasi jalur turunan, kendaraan diduga mengalami gangguan pengereman sehingga tidak terkendali.
Motor tersebut kemudian menabrak perigi atau pondasi pagar rumah warga di sisi kiri jalan. Peristiwa ini dikategorikan sebagai kecelakaan lalu lintas tunggal.
Dua saksi mata di lokasi kejadian, Dwi Aryanto dan Kris Imam Subani, menyebutkan sepeda motor melaju cukup kencang sebelum akhirnya menghantam bangunan di tepi jalan.
“Tidak ada yang aneh sebelum berangkat. Tapi pulangnya justru kabar duka,” tutur Wahyu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.