Jalur Sukoharjo-Klaten Rawan Laka, Tikungan Tajam Dipasang Barikade

R Bony Eko Wicaksono
R Bony Eko Wicaksono Kamis, 28 Mei 2026 11:37 WIB
Jalur Sukoharjo-Klaten Rawan Laka, Tikungan Tajam Dipasang Barikade

Barikade besi dipasang di tikungan tajam di jalur Sukoharjo-Klaten, untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. Foto diambil Rabu (27/5/2026).

Harianjogja.com, SUKOHARJO—Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalur rawan terus dilakukan pemerintah daerah. Terbaru, Dinas Perhubungan Sukoharjo memasang barikade besi di tikungan tajam ruas jalan penghubung Tawangsari, Sukoharjo menuju Pedan, Klaten, yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan.

Langkah ini diambil setelah banyaknya keluhan dari masyarakat dan pengguna jalan yang merasa khawatir melintas di jalur tersebut. Tikungan tajam dengan visibilitas terbatas dinilai berisiko tinggi, terutama saat arus kendaraan padat pada pagi hingga malam hari.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sukoharjo, Heri Prasetyo, menegaskan pemasangan barikade besi menjadi solusi cepat untuk mengurangi potensi kecelakaan.

"Untuk mengantisipasi agar tak terjadi kecelakaan, kami memasang barikade besi tepat di tikungan tajam di jalur Sukoharjo-Klaten," ujarnya, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan jalur alternatif favorit bagi warga Sukoharjo bagian selatan yang hendak menuju Klaten maupun Jogja. Tingginya mobilitas kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan logistik, membuat risiko kecelakaan meningkat, terutama bagi pengendara yang tidak familiar dengan kondisi jalan.

Selain itu, pemasangan barikade juga merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang kerap menyaksikan insiden kecelakaan di lokasi tersebut. Dishub pun mengimbau pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama saat melintasi tikungan tajam dengan kecepatan tinggi.

Dukungan terhadap peningkatan keselamatan di jalur ini juga datang dari legislatif. Wakil Ketua DPRD Sukoharjo, Sigid Budi Raharjo, menegaskan pentingnya penanganan permanen di titik rawan tersebut.

Ia meminta instansi terkait tidak hanya mengandalkan barikade sementara, tetapi juga segera memasang pembatas jalan yang lebih kokoh serta fasilitas pendukung keselamatan lainnya.

"Keberadaan lampu peringatan jalan sangat penting sebagai isyarat visual agar pengguna jalan mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi tikungan tajam," kata Sigid.

Politikus PKS itu juga menyebutkan bahwa pemasangan fasilitas keselamatan permanen, seperti warning light dan rambu tambahan, berpeluang direalisasikan melalui pembahasan APBD Perubahan 2026.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa jalur Sukoharjo-Klaten, khususnya di kawasan Tawangsari, memang memiliki karakter jalan sempit dengan tikungan ekstrem. Minimnya penerangan dan kurangnya rambu peringatan sebelumnya membuat pengendara sering terlambat mengantisipasi kondisi jalan.

Dengan adanya barikade besi sebagai langkah awal, diharapkan potensi kecelakaan bisa ditekan. Namun, masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kecepatan, serta mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : espos.id

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online