Terungkap! Motif Bayi Ditinggal di KA Sancaka Solo, Ini Kronologinya
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Barikade besi dipasang di tikungan tajam di jalur Sukoharjo-Klaten, untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. Foto diambil Rabu (27/5/2026).
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalur rawan terus dilakukan pemerintah daerah. Terbaru, Dinas Perhubungan Sukoharjo memasang barikade besi di tikungan tajam ruas jalan penghubung Tawangsari, Sukoharjo menuju Pedan, Klaten, yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan.
Langkah ini diambil setelah banyaknya keluhan dari masyarakat dan pengguna jalan yang merasa khawatir melintas di jalur tersebut. Tikungan tajam dengan visibilitas terbatas dinilai berisiko tinggi, terutama saat arus kendaraan padat pada pagi hingga malam hari.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sukoharjo, Heri Prasetyo, menegaskan pemasangan barikade besi menjadi solusi cepat untuk mengurangi potensi kecelakaan.
"Untuk mengantisipasi agar tak terjadi kecelakaan, kami memasang barikade besi tepat di tikungan tajam di jalur Sukoharjo-Klaten," ujarnya, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan jalur alternatif favorit bagi warga Sukoharjo bagian selatan yang hendak menuju Klaten maupun Jogja. Tingginya mobilitas kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan logistik, membuat risiko kecelakaan meningkat, terutama bagi pengendara yang tidak familiar dengan kondisi jalan.
Selain itu, pemasangan barikade juga merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang kerap menyaksikan insiden kecelakaan di lokasi tersebut. Dishub pun mengimbau pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama saat melintasi tikungan tajam dengan kecepatan tinggi.
Dukungan terhadap peningkatan keselamatan di jalur ini juga datang dari legislatif. Wakil Ketua DPRD Sukoharjo, Sigid Budi Raharjo, menegaskan pentingnya penanganan permanen di titik rawan tersebut.
Ia meminta instansi terkait tidak hanya mengandalkan barikade sementara, tetapi juga segera memasang pembatas jalan yang lebih kokoh serta fasilitas pendukung keselamatan lainnya.
"Keberadaan lampu peringatan jalan sangat penting sebagai isyarat visual agar pengguna jalan mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi tikungan tajam," kata Sigid.
Politikus PKS itu juga menyebutkan bahwa pemasangan fasilitas keselamatan permanen, seperti warning light dan rambu tambahan, berpeluang direalisasikan melalui pembahasan APBD Perubahan 2026.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa jalur Sukoharjo-Klaten, khususnya di kawasan Tawangsari, memang memiliki karakter jalan sempit dengan tikungan ekstrem. Minimnya penerangan dan kurangnya rambu peringatan sebelumnya membuat pengendara sering terlambat mengantisipasi kondisi jalan.
Dengan adanya barikade besi sebagai langkah awal, diharapkan potensi kecelakaan bisa ditekan. Namun, masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kecepatan, serta mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Banjir di Guangxi membuat mobil listrik dimanfaatkan sebagai sumber listrik darurat. Fitur V2L membantu warga saat pemadaman listrik meluas.
Festival yang digelar Minggu (12/6) di Pantai Parangkusumo, Bantul, itu diikuti peserta dari 17 negara dan puluhan klub nasional.
TPST Modalan Bantul segera ditingkatkan melalui proyek hampir Rp20 miliar. Kapasitas pengolahan sampah ditargetkan naik menjadi 60 ton per hari.
Veda Ega Pratama finis kedelapan di Moto3 Jerman, raih 8 poin dan naik ke peringkat enam klasemen. Balapan sengit di Sachsenring, Veda salip Hakim Danish.
Ilmuwan AI peraih Nobel John Jumper hengkang dari Google DeepMind ke Anthropic. Eksodus talenta AI semakin memanas di antara raksasa teknologi.