Iduladha 2026, Sampah di Sukoharjo Tembus 10 Ton Didominasi Plastik

R Bony Eko Wicaksono
R Bony Eko Wicaksono Jum'at, 29 Mei 2026 13:17 WIB
Iduladha 2026, Sampah di Sukoharjo Tembus 10 Ton Didominasi Plastik

TPA Mojorejo di Bendosari, Sukoharjo, Sukoharjo. (Istimewa-dok. DLH Sukoharjo)

Harianjogja.com, SUKOHARJO — Perayaan Iduladha 2026 di Kabupaten Sukoharjo berdampak pada peningkatan volume sampah, terutama dari limbah plastik pembungkus daging kurban. Selama dua hari masa libur, total sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mojorejo, Bendosari, mencapai 10 ton.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Ihsan Fauzi, mengungkapkan lonjakan volume sampah tersebut terjadi pada Rabu hingga Kamis, 27-28 Mei 2026. Meski meningkat, ia menilai kenaikan ini masih tergolong wajar dibandingkan momen hari besar lainnya.

“Volume sampah saat perayaan Iduladha meningkat namun tidak signifikan. Lebih tinggi saat periode libur Idulfitri,” kata dia, Jumat (29/5/2026).

Menurut Ihsan, karakteristik sampah selama Iduladha didominasi limbah plastik dari pembagian daging kurban. Selain itu, terdapat pula sampah berupa tulang belulang hewan kurban, meski jumlahnya tidak terlalu besar.

“Yang paling banyak tetap sampah plastik pembungkus daging hewan kurban. Ada sampah tulang belulang hewan kurban, tapi tidak terlalu banyak,” kata dia.

Ia menjelaskan, penggunaan kantong plastik masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendistribusikan daging kurban. Hal ini menjadi perhatian karena berkontribusi besar terhadap peningkatan volume sampah di TPA.

Sementara itu, suplai sampah rumah tangga terbesar ke TPA Mojorejo berasal dari tiga kecamatan dengan jumlah penduduk tinggi, yakni Kartasura, Grogol, dan Sukoharjo. Ketiga wilayah tersebut secara konsisten menjadi penyumbang utama volume sampah harian.

Ihsan juga mengungkapkan tren peningkatan volume sampah yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. “Awal Mei, volume sampah yang diangkut ke TPA Mojorejo sekitar 310 ton/hari. Akhir Januari lalu, volume sampah yang diangkut ke TPA Mojorejo sekitar 250 ton/hari. Jadi ada peningkatan volume sampah setiap bulan,” papar dia.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo sebenarnya telah mengantisipasi lonjakan sampah plastik melalui kebijakan khusus. Kepala DLH Sukoharjo, Agus Suprapto, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat edaran terkait perayaan Iduladha tanpa sampah plastik.

Masyarakat diimbau menggunakan alternatif ramah lingkungan seperti daun jati, daun pisang, maupun besek bambu sebagai pembungkus daging kurban. Namun, implementasi di lapangan masih belum optimal.

“Kami akan terus mengedukasi masyarakat untuk mengurangi sampah plastik. Tidak hanya saat momentum Iduladha melainkan hari biasa agar volume sampah yang diangkut ke TPA Mojorejo bisa ditekan semaksimal mungkin,” kata dia.

Fenomena ini menjadi catatan penting bagi pengelolaan lingkungan di Sukoharjo, terutama dalam momentum keagamaan yang berpotensi meningkatkan produksi sampah secara signifikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : espos.id

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online