Veda Ega Tetap Syukuri 3 Poin Moto3 Austria, Kini Bidik Seri Asia
Veda Ega Pratama kecewa gagal finis empat besar setelah terkena long lap penalty di Moto3 Austria 2026. Ia tetap membawa pulang tiga poin.
Istimewa/Pemkot Pekalongan
Harianjogja.com, SEMARANG— Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan kembali mencatat prestasi dalam pengelolaan keuangan daerah dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menjadi raihan WTP ke-11 secara berturut-turut sejak 2015.
Opini WTP tersebut diserahkan melalui Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah yang diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, di Kantor BPK Perwakilan Jawa Tengah, Banyumanik, Semarang, Kamis (11/6/2026).
Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkot Pekalongan yang dinilai konsisten menjaga tata kelola keuangan daerah secara transparan dan akuntabel.
“Alhamdulillah, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Kota Pekalongan, mulai dari kebakaran Gedung Setda pada Agustus 2025 hingga penanganan banjir akibat tanggul jebol, Pemerintah Kota Pekalongan tetap mampu mempertahankan opini WTP untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut,” ujarnya.
Menurut Balgis, capaian tersebut bukan hanya sekadar prestasi administratif, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengelolaan keuangan yang lebih baik dari tahun ke tahun. Selain itu, opini WTP juga membuka peluang bagi daerah untuk memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas kinerja keuangan.
Ia menegaskan bahwa raihan ini harus menjadi dorongan bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, akuntabilitas anggaran, serta kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada Sekretaris Daerah beserta seluruh perangkat daerah yang telah berkontribusi dalam penyusunan LKPD Tahun Anggaran 2025 sehingga Kota Pekalongan kembali meraih opini tertinggi dari BPK RI,” kata dia.
Pemerintah Kota Pekalongan menilai konsistensi meraih WTP selama lebih dari satu dekade menjadi indikator penting bahwa sistem pengelolaan keuangan daerah berjalan pada jalur yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi pemerintahan.
Meski demikian, Pemkot juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari bencana hingga dinamika pelayanan publik. Namun capaian WTP ke-11 ini disebut menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tetap mampu menjaga stabilitas tata kelola di tengah situasi tersebut.
Dengan capaian ini, Pemkot Pekalongan berharap ke depan kualitas pengelolaan keuangan daerah semakin meningkat dan mampu mendukung percepatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama kecewa gagal finis empat besar setelah terkena long lap penalty di Moto3 Austria 2026. Ia tetap membawa pulang tiga poin.
Salma Salsabil masuk nominasi AMI Awards 2026 kategori Artis Solo Soul/R&B Terbaik lewat Hatchu!! setelah menang pada 2024.
Simak 5 cara parkir mobil di ruang sempit, mulai dari menentukan posisi awal, menggunakan sensor parkir hingga kamera 360 derajat.
Asra menjaga tradisi sulam kasab Aceh selama lebih dari tiga dekade. Dukungan PNM Mekaar membantu mengembangkan usaha dan memberdayakan warga sekitar.
Cek syarat KIP Kuliah 2026, ketentuan ekonomi, dokumen, cara membuat akun, tahapan pendaftaran, jadwal, hingga lama pemberian bantuan.
Mengenal 5 miliarder termuda dunia 2026. Usianya 21-22 tahun dengan kekayaan miliaran dolar dari WEG, Boehringer Ingelheim, Nexon hingga Delfin.