Ratusan Karya Bocor, Ariana Grande Tempuh Jalur Hukum
Ariana Grande menggugat peretas yang diduga mencuri dan menjual puluhan lagu belum dirilis, foto, serta video pribadinya melalui dark web.
Istimewa/Pemkot Pekalongan
Harianjogja.com, SEMARANG— Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan kembali mencatat prestasi dalam pengelolaan keuangan daerah dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menjadi raihan WTP ke-11 secara berturut-turut sejak 2015.
Opini WTP tersebut diserahkan melalui Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah yang diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, di Kantor BPK Perwakilan Jawa Tengah, Banyumanik, Semarang, Kamis (11/6/2026).
Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkot Pekalongan yang dinilai konsisten menjaga tata kelola keuangan daerah secara transparan dan akuntabel.
“Alhamdulillah, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Kota Pekalongan, mulai dari kebakaran Gedung Setda pada Agustus 2025 hingga penanganan banjir akibat tanggul jebol, Pemerintah Kota Pekalongan tetap mampu mempertahankan opini WTP untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut,” ujarnya.
Menurut Balgis, capaian tersebut bukan hanya sekadar prestasi administratif, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengelolaan keuangan yang lebih baik dari tahun ke tahun. Selain itu, opini WTP juga membuka peluang bagi daerah untuk memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas kinerja keuangan.
Ia menegaskan bahwa raihan ini harus menjadi dorongan bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, akuntabilitas anggaran, serta kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada Sekretaris Daerah beserta seluruh perangkat daerah yang telah berkontribusi dalam penyusunan LKPD Tahun Anggaran 2025 sehingga Kota Pekalongan kembali meraih opini tertinggi dari BPK RI,” kata dia.
Pemerintah Kota Pekalongan menilai konsistensi meraih WTP selama lebih dari satu dekade menjadi indikator penting bahwa sistem pengelolaan keuangan daerah berjalan pada jalur yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi pemerintahan.
Meski demikian, Pemkot juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari bencana hingga dinamika pelayanan publik. Namun capaian WTP ke-11 ini disebut menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tetap mampu menjaga stabilitas tata kelola di tengah situasi tersebut.
Dengan capaian ini, Pemkot Pekalongan berharap ke depan kualitas pengelolaan keuangan daerah semakin meningkat dan mampu mendukung percepatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ariana Grande menggugat peretas yang diduga mencuri dan menjual puluhan lagu belum dirilis, foto, serta video pribadinya melalui dark web.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.