Bupati Muara Enim Edison Siapkan Rp1,6 M untuk Suap Auditor BPK
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
Banjir rob di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (20/6/2026). /Dok BNPB.
Harianjogja.com, PATI—Banjir rob di wilayah pesisir Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyebabkan ratusan warga terdampak. Sebanyak 127 kepala keluarga (KK) tercatat merasakan dampak genangan air laut yang merendam puluhan rumah serta area tambak produktif milik warga.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan banjir rob terjadi pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 16.25 WIB. Kenaikan muka air laut yang disertai jebolnya tanggul laut di Kecamatan Tayu menjadi pemicu utama meluasnya genangan ke kawasan permukiman dan lahan usaha masyarakat.
Desa Tunggulsari menjadi wilayah yang mengalami dampak paling besar. Air laut yang melimpas dari kawasan pesisir masuk ke lingkungan permukiman dan tambak warga sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
Meski sebanyak 127 KK terdampak, hingga Senin (22/6/2026) belum ada warga yang mengungsi dari lokasi terdampak banjir rob.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, mengatakan pemerintah desa tetap menyiapkan sejumlah lokasi evakuasi sebagai langkah antisipasi apabila kondisi banjir rob memburuk dalam beberapa hari ke depan.
"Tidak ada warga yang mengungsi. Tetapi tetap disiapkan balai desa dan Polindes untuk lansia kalau sewaktu-waktu dibutuhkan untuk pengungsian," kata Martinus saat dihubungi Espos, Senin (22/6/2026).
Tanggul Jebol Perburuk Dampak Banjir Rob
Selain menggenangi kawasan permukiman, banjir rob di Kecamatan Tayu juga berdampak pada sekitar 85 hektare lahan tambak yang selama ini menjadi sumber penghasilan masyarakat pesisir.
Genangan air laut turut menutup akses jalan desa sepanjang kurang lebih 2,3 kilometer sehingga aktivitas transportasi dan mobilitas warga menjadi terganggu.
Martinus menjelaskan titik tanggul yang mengalami kerusakan berada di wilayah RT 05 Desa Tunggulsari. Jebolnya tanggul tersebut mempercepat masuknya air laut ke area permukiman maupun tambak warga.
Berdasarkan pendataan BPBD Pati, terdapat 73 rumah yang terdampak banjir rob. Sebarannya meliputi RT 01 sebanyak tiga rumah, RT 02 sebanyak sembilan rumah, RT 03 sebanyak 17 rumah, RT 04 sebanyak delapan rumah, dan RT 05 sebanyak 36 rumah.
"Kondisi terbaru, sudah surut di wilayah RT 01 sampai RT 04," ujar Martinus.
BPBD Salurkan Bantuan untuk Warga
Pemerintah daerah bersama BPBD Pati telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak berupa logistik pangan dan bantuan uang tunai guna membantu kebutuhan masyarakat selama masa penanganan bencana.
Di saat yang sama, upaya perbaikan tanggul yang jebol juga terus dilakukan melalui koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Pati dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penanganan tersebut menjadi langkah penting untuk menekan risiko meluasnya banjir rob sekaligus melindungi kawasan permukiman serta tambak warga dari potensi genangan susulan akibat pasang air laut di wilayah pesisir Tayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
Kejari Jaksel menerima pelimpahan kasus Roy Suryo dan dokter Tifa dengan 714 barang bukti serta penjamin keluarga dari masing-masing tersangka.
Jalur TNGGP Gunung Gede Pangrango ditutup 23–29 Juli 2026 untuk event trail run internasional dan perbaikan fasilitas pendakian.
Anggota DPRD Sleman Raudi Akmal jadi tersangka korupsi dana hibah pariwisata 2020 senilai Rp10,95 miliar dan langsung ditahan 20 hari.
Pemerintah siapkan Rp1,54 triliun untuk diskon tiket transportasi libur sekolah dan Nataru 2026–2027 untuk jutaan penumpang
Pemerintah membuka program vokasi 2026 bagi 50 ribu korban PHK dan 220 ribu lulusan SMA-SMK dengan anggaran Rp6,26 triliun.