Program Vokasi 2026 Dibuka, 50 Ribu Korban PHK Jadi Prioritas
Pemerintah membuka program vokasi 2026 bagi 50 ribu korban PHK dan 220 ribu lulusan SMA-SMK dengan anggaran Rp6,26 triliun.
Kondisi banjir rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Harianjogja.com, PATI— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyiapkan tempat pengungsian sementara bagi warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, yang terdampak banjir rob. Meski genangan air mulai surut, langkah antisipasi tetap dilakukan untuk menghadapi potensi rob susulan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetyo, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tunggulsari untuk menyiapkan lokasi pengungsian jika kondisi memburuk.
“Tempat pengungsian disiapkan di Balai Desa Tunggulsari dan polindes sebagai lokasi sementara, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia apabila sewaktu-waktu diperlukan,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan data BPBD, terdapat 73 rumah warga yang terdampak banjir rob di wilayah tersebut. Sebaran rumah terdampak berada di lima rukun tetangga (RT), yakni RT 01 sebanyak 3 rumah, RT 02 sebanyak 9 rumah, RT 03 sebanyak 17 rumah, RT 04 sebanyak 8 rumah, dan RT 05 sebanyak 36 rumah yang menjadi wilayah paling terdampak.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada warga yang memilih mengungsi. Kondisi di lapangan menunjukkan genangan air mulai berangsur surut berdasarkan pemantauan pada Sabtu (21/6) malam hingga Minggu (22/6) pagi.
Bantuan Logistik hingga Perbaikan Tanggul
Untuk mempercepat penanganan darurat, BPBD Pati telah menyalurkan bantuan logistik pangan kepada warga terdampak, khususnya di RT 05 yang mengalami dampak paling luas.
Selain bantuan logistik, pemerintah daerah juga mengalokasikan bantuan uang tunai sebesar Rp60 juta untuk penanganan darurat tanggul yang jebol. Tidak hanya itu, BPBD Provinsi Jawa Tengah turut menyalurkan material geotekstil guna membantu perbaikan tambak yang terdampak rob.
Martinus menegaskan, meskipun kondisi mulai membaik, potensi banjir rob masih dapat terjadi kembali, terutama di kawasan pesisir. Oleh karena itu, pemantauan terus dilakukan secara berkala oleh petugas di lapangan.
“Walaupun sudah surut, kami tetap siaga karena potensi rob bisa terjadi sewaktu-waktu,” katanya.
Warga Diminta Tetap Waspada
BPBD Pati juga mengimbau masyarakat Desa Tunggulsari, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kenaikan air pasang. Warga diminta segera melapor kepada perangkat desa atau petugas BPBD jika terjadi kondisi darurat.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, sekaligus mempercepat proses penanganan infrastruktur yang terdampak banjir rob.
Dengan langkah antisipasi ini, pemerintah berharap dampak banjir rob dapat diminimalkan, serta keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama di tengah ancaman cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah pesisir Pati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah membuka program vokasi 2026 bagi 50 ribu korban PHK dan 220 ribu lulusan SMA-SMK dengan anggaran Rp6,26 triliun.
Jajaran Polsek Semin mengimbau kepada pengendara terus berhati-hati saat berkendara. Hal ini tak lepas adanya kecelakaan maut di perbatasan dengan sukoharjo.
Dasco hubungi Dirut Pertamina soal lonjakan gas industri yang picu ancaman PHK 55.000 buruh di Bekasi.
Nadiem Makarim akui bisa khilaf namun bantah korupsi dalam sidang kasus Chromebook Kemendikbudristek, kerugian negara capai Rp2,18 triliun.
Ekonom UGM prediksi harga Pertamax bisa turun pada Juli 2026 seiring turunnya harga minyak dunia dan meredanya tensi geopolitik.
Ekonom Permata Bank sebut pelemahan rupiah picu kenaikan harga barang impor dan tekan daya beli rumah tangga secara bertahap.