Pabrik Rokok HS Magelang Perluas Pasar dan Perkuat Inklusivitas

Newswire
Newswire Senin, 20 Juli 2026 12:47 WIB
Pabrik Rokok HS Magelang Perluas Pasar dan Perkuat Inklusivitas

Pabrik rokok HS di Magelang mencatat 7.000 tenaga kerja, dan menyiapkan mess bagi pekerja difabel. /Istimewa.

Harianjogja.com, MAGELANG—Peringatan hari ulang tahun (HUT) ketiga merek rokok HS menjadi momentum bagi perusahaan untuk menegaskan komitmen memperluas pasar sekaligus memperkuat penyerapan tenaga kerja. Perayaan yang berlangsung di pabrik rokok HS di Dusun Seloboro, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/7/2026) malam dihadiri ribuan buruh yang mengikuti doa bersama dan lantunan selawat bersama Gus Ali Gondrong dari Mafia Sholawat.

Selain menjadi ajang syukur atas perjalanan perusahaan selama tiga tahun, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi manajemen menyampaikan arah pengembangan usaha yang dibarengi dengan komitmen terhadap pemberdayaan tenaga kerja, termasuk pekerja penyandang disabilitas.

Pemilik Perusahaan Muhammad Suryo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung perjalanan perusahaan menghadapi berbagai tantangan sejak mulai beroperasi.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dalam jatuh bangun menghadapi dinamika selama kami merintis HS," ucapnya.

Pada usia ketiga, perusahaan menargetkan perluasan distribusi produk ke berbagai daerah di Indonesia. Produk rokok HS diharapkan semakin dikenal masyarakat dan menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai wilayah.

"Harapan kami, pada tahun ketiga, pasar HS semakin luas supaya bisa merata di seluruh pelosok negeri," tambahnya.

Jumlah Pekerja Naik Lebih dari Dua Kali Lipat

Suryo mengungkapkan perkembangan bisnis perusahaan tercermin dari meningkatnya jumlah tenaga kerja yang terserap selama tiga tahun terakhir.

Pada 2023, PT Gisara Tantra Berkarya mempekerjakan sekitar 3.000 karyawan. Kini, jumlah pekerja telah meningkat menjadi 7.000 orang seiring bertambahnya kapasitas produksi.

"Alhamdulillah, tren bisnis kami menunjukkan arah baik. Pada 2023, serapan tenaga kerja HS baru 3.000 karyawan. Sekarang, jumlah tenaga kerja HS mencapai 7.000 orang," ungkapnya.

Menurutnya, perusahaan menerapkan kebijakan rekrutmen yang terbuka bagi berbagai kalangan tanpa membedakan latar belakang maupun pengalaman kerja.

Manajemen juga memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum memiliki pengalaman di industri rokok dengan menyediakan pelatihan sebelum mulai bekerja.

"Insyaallah, saya selaku pribadi dan kami atas nama perusahaan, berkomitmen untuk menerima semua kalangan dalam hal rekrutmen. Bahkan, kami akan menyediakan pelatihan untuk mereka sebelum secara resmi bekerja," terangnya.

Siapkan Mess untuk Pekerja Difabel

Komitmen terhadap rekrutmen inklusif juga diwujudkan melalui penyediaan fasilitas bagi pekerja penyandang disabilitas.

Saat ini terdapat 130 pekerja difabel yang bekerja di pabrik rokok HS. Untuk mendukung kenyamanan mereka, perusahaan tengah membangun mess khusus yang dirancang agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas.

"Saat ini, ada 130 difabel yang bekerja di pabrik rokok HS. Kami secara khusus memfasilitasi mess untuk mereka. Insyaallah, pembangunan mess akan selesai dalam waktu satu sampai dua bulan ke depan," papar Suryo.

Perayaan HUT ke-3 HS diisi dengan doa bersama dan lantunan puji-pujian yang dipimpin Gus Ali Gondrong dari Mafia Sholawat. Sebagai bentuk apresiasi kepada para pekerja, perusahaan juga menyiapkan berbagai hadiah, termasuk pengundian 30 unit sepeda motor, serta memberikan penghargaan kepada karyawan yang dinilai berprestasi dan memiliki loyalitas tinggi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online