Kucing Hutan Masuk Kap Mobil Warga Klaten, Damkar Evakuasi
Damkar Klaten mengevakuasi seekor kucing hutan dari kap mobil warga di Cawas. Satwa dilindungi itu akan diserahkan ke BKSDA Jawa Tengah.
Bagus Mahendra, korban KM Virgo asal Klaten, akan dimakamkan di Lumbungkerep setelah jenazahnya ditemukan dan identitasnya dipastikan. /Espos.
Harianjogja.com, KLATEN— Almarhum Bagus Mahendra, 20, warga Desa Lumbungkerep, Kecamatan Wonosari, Klaten, yang menjadi salah satu korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8, rencananya dimakamkan pada Rabu (23/9/2026) siang.
Kepastian tersebut diperoleh setelah jenazah yang ditemukan sebelumnya diduga memiliki ciri-ciri yang identik dengan Bagus. Setelah identitasnya dipastikan, jenazah diterbangkan dari Banjarmasin ke Semarang sebelum kemudian dibawa melalui perjalanan darat menuju rumah duka pada Rabu.
Penjabat (Pj.) Kepala Desa Lumbungkerep, Rusdiyanto, mengatakan pihaknya memperoleh informasi mengenai temuan jenazah yang identik dengan ciri-ciri Bagus pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
“Kami dapat informasi dari rekan relawan yang memiliki akses dari Basarnas. Itu sudah dimakamkan dan ada kemungkinan cocok dengan identitas Mas Bagus,” kata Rusdiyanto saat ditemui di rumah duka, Rabu.
Rusdiyanto menjelaskan jenazah tersebut dikenali berdasarkan baju yang dikenakan Bagus terakhir kali serta kalung yang digunakannya. Setelah identitas dipastikan, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
“Dari informasinya, Mas Bagus masih di dalam kapal. Beliau mungkin tidak sempat keluar karena memang saat itu diceritakan kakaknya itu [yang selamat dari insiden tenggelamnya KM Virgo], situasinya sangat trouble sekali. Walaupun sudah digandeng, katanya, tetapi terlepas,” ungkap Rusdiyanto.
Sebelumnya, ayah Bagus telah berada di Kalimantan selama beberapa hari untuk menanti kabar dan berharap anaknya ditemukan.
Rusdiyanto mengatakan jenazah diberangkatkan dari Semarang sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah sempat disemayamkan di rumah duka, jenazah akan dimakamkan di tempat pemakaman umum yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah duka.
Berdasarkan pantauan sekitar pukul 10.20 WIB, pelayat terus berdatangan ke rumah duka sejak pagi. Pihak keluarga juga masih menanti kedatangan jenazah.
Karangan bunga dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo terlihat terpajang di dekat rumah duka.
Dua Kakak Beradik Jadi Penumpang KM Virgo
Sebelumnya diberitakan, dua warga Desa Lumbungkerep, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, menjadi penumpang KM Virgo Transport 8 yang mengalami insiden kecelakaan di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).
Keduanya merupakan kakak beradik bernama Danang Yulianto, 31, dan Bagus Mahendra, 20. Mereka berasal dari Dukuh Sidorejo, RT 02/RW 08.
Dalam insiden tersebut, Danang berhasil selamat, sedangkan Bagus sempat dinyatakan masih dalam pencarian.
Kaur Perencanaan Desa Lumbungkerep, Yasin, membenarkan bahwa ada dua warga Lumbungkerep yang menjadi penumpang KM Virgo.
“Iya, betul warga Desa Lumbungkerep. Kemarin dari pihak Basarnas sudah komunikasi,” kata Yasin, Senin (14/9/2026).
Danang dan Bagus merupakan kakak beradik yang menjadi awak truk ekspedisi. Keduanya hendak menyeberangi Laut Jawa dengan menumpang KM Virgo untuk mengirimkan muatan berupa perabotan ke Banjarmasin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Damkar Klaten mengevakuasi seekor kucing hutan dari kap mobil warga di Cawas. Satwa dilindungi itu akan diserahkan ke BKSDA Jawa Tengah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.