Operator Ekskavator Tewas Tertimbun Longsor Tambang di Klaten
Operator ekskavator tewas tertimbun longsor tambang galian C di Jatinom, Klaten. Korban sempat dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit.
Logo Asian Games
Harianjogja.com, KLATEN—Jarak tak menghalangi Afriana untuk memberikan dukungan kepada para atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Warga Klaten yang selama beberapa waktu terakhir bekerja di Jepang itu rela menempuh perjalanan lima jam pulang-pergi untuk datang ke Rumah Indonesia di Nagoya.
Afriana berasal dari Kecamatan Polanharjo, Klaten. Meski tinggal di daerah paling ujung Prefektur Aichi, dia tetap menyempatkan diri datang ke Rumah Indonesia dengan menggunakan kereta.
"Tempat saya itu prefekturnya sama, yakni Aichi. Tetapi saya berada di daerah paling ujung Aichi. Kalau datang ke Rumah Indonesia, saya naik kereta," kata Afriana saat berbincang dengan Espos pekan lalu.
Rumah Indonesia menjadi tempat berkumpul diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai kota di Jepang selama Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Di tempat itu, mereka dapat menyaksikan pertandingan bersama sekaligus bertemu dan memberikan dukungan langsung kepada atlet Indonesia.
Kehabisan Tiket, Pilih Nonton Bareng
Afriana sebenarnya ingin menyaksikan langsung pertandingan atlet Indonesia di venue. Namun, keinginannya tersebut urung terwujud karena dia kehabisan tiket.
Rumah Indonesia kemudian menjadi pilihan Afriana untuk tetap bisa memberikan dukungan kepada kontingen Indonesia. Di tempat itu, suasana nonton bareng bersama para diaspora membuat pengalaman menyaksikan pertandingan tetap terasa meriah.
Pekan lalu, Afriana ikut menyaksikan pertandingan sejumlah cabang olahraga. Salah satunya adalah laga final bulu tangkis ganda putra ketika pasangan Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sukses menyabet medali emas.
"Pertandingannya seru abis dan ramai banget," kata Afriana.
Tak hanya menyaksikan pertandingan melalui kegiatan nonton bareng, Afriana juga berkesempatan bertemu atlet Indonesia. Ia mengatakan sempat bertemu atlet bulu tangkis putra dan putri Indonesia yang berkumpul di Rumah Indonesia.
"Kemarin sempat ketemu atlet bulu tangkis putra dan putri Indonesia yang juga berkumpul di sana," kata Afriana.
Rumah Indonesia Jadi Pelepas Rindu
Bagi Afriana, keberadaan Rumah Indonesia tidak hanya menjadi tempat untuk menyaksikan perjuangan atlet. Berkumpul bersama diaspora lainnya juga menjadi momen untuk memperkuat kecintaan terhadap Indonesia sekaligus menjadi pelepas rindu selama berada di Jepang.
Kegembiraan dirasakan Afriana karena dapat memberikan dukungan secara langsung bersama-sama masyarakat Indonesia lainnya. Rumah Indonesia juga menyediakan kuliner khas Indonesia yang semakin menghadirkan suasana Tanah Air di Jepang.
"Pokoknya terima kasih banyak perjuangan untuk para atlet Indonesia," ungkap Afriana.
Mengutip informasi dari website Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Rumah Indonesia menjadi ruang pendukung bagi kontingen Indonesia selama Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Fasilitas tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan atlet sekaligus menjadi tempat berkumpul masyarakat Indonesia selama berlangsungnya Asian Games. Rumah Indonesia juga menjadi tempat masyarakat Indonesia di Nagoya dan sekitarnya untuk menyaksikan pertandingan bersama, menikmati kuliner Nusantara, serta bertemu atlet Indonesia.
Indonesia Kumpulkan 39 Medali
Dukungan diaspora berlangsung ketika kontingen Indonesia masih berjuang dalam ajang olahraga terbesar di Asia tersebut. Hingga Sabtu (3/10/2026) pukul 22.00 WIB, Indonesia telah mengoleksi lima medali emas, 11 medali perak, dan 23 medali perunggu.
Dengan total perolehan tersebut, Indonesia menempati posisi ke-15 dalam klasemen medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Operator ekskavator tewas tertimbun longsor tambang galian C di Jatinom, Klaten. Korban sempat dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit.
Cuaca panas menjadi tantangan 64 tim KMHE 2026 di Unej karena memengaruhi performa mesin, kelistrikan, ban, hingga baterai kendaraan.
Pangkogabwilhan III menyebut dua pimpinan OPM tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Distrik Aifat, Maybrat, Papua Barat Daya.
Dua gempa mengguncang Sumba dan Aceh selang 41 menit 41 detik. Pakar menjelaskan keduanya tidak berkaitan secara tektonik.
Afriana, warga Klaten yang bekerja di Jepang, rela menempuh perjalanan lima jam untuk mendukung atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
PM2.5 Palembang mencapai 903,6 µg/m³ dan masuk kategori sangat berbahaya. BMKG meminta warga membatasi aktivitas di luar rumah.