Nyalon Lurah Dlingo, Basuki Fokus Ekonomi dan Pangan Warga
Basuki Rakhmat nyalon Lurah Dlingo pada pemilihan lurah 2026. Ia membawa pengalaman pertanian dan ekonomi untuk kesejahteraan warga.
Peresmian Pura Jagat Natha di kawasan Alun-Alun Utara, Kota Magelang, Sabtu (26/9/2026)./Istimewa
Harianjogja.com, MAGELANG— Pura Jagat Natha yang diperuntukkan bagi umat Hindu resmi berdiri di kawasan alun-alun utara, Kota Magelang, Sabtu (26/9/2026). Pura tersebut menjadi rumah ibadah umat Hindu pertama yang berada di pusat kota.
Kehadiran Pura Jagat Natha melengkapi deretan rumah ibadah yang telah berdiri berdampingan di kawasan alun-alun. Rumah ibadah tersebut yakni Masjid Agung, Gereja Katolik St. Ignatius, GPIB Beth-El, dan Kelenteng Liong Hok Bio yang menjadi tempat ibadah umat Buddha dan Khonghucu.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan keberadaan Pura Jagat Natha merupakan hasil penantian panjang umat Hindu yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun.
Menurutnya, keberagaman rumah ibadah di kawasan alun-alun menjadi gambaran nyata kehidupan masyarakat yang hidup dalam keberagaman.
“Alun-alun Kota Magelang menjadi cerminan toleransi yang nyata. Perbedaan justru membuat kita semakin kuat dan menjadi budaya bersatu,” kata Damar.
Pemkot Sediakan Lahan 225 Meter Persegi
Pemerintah Kota Magelang menyediakan lahan seluas 225 meter persegi berstatus aset pemerintah daerah untuk Pura Jagat Natha. Skema pemanfaatan lahan tersebut sama dengan rumah ibadah lain yang berada di kawasan alun-alun.
Damar juga memastikan keberadaan pura yang berdampingan dengan gereja tidak menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan ibadah. Pengurus rumah ibadah dan komunitas lintas agama telah membangun kesepakatan, termasuk dalam pemanfaatan sarana dan prasarana pendukung.
"Rumah ibadah ini tidak hanya umat Hindu yang membangun, tapi semua ikut bergotong-royong. Toleransi itu sudah jadi darah daging kita, kita rasakan, tidak usah diperdepatkan. Jangan terpaku pada angka indeks," tegasnya.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Tengah Tri Wahono mengatakan pembangunan pura terlaksana melalui kolaborasi lintas agama, dukungan pengusaha lokal, dan sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Magelang.
Pembangunan fisik Pura Jagat Natha menghabiskan sekitar Rp450 juta. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan estimasi awal yang mencapai Rp800 juta.
"Efisiensi tersebut terjadi karena sejumlah pekerjaan mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk pembersihan lahan, pengerjaan kayu, serta pemindahan jaringan listrik dan kabel internet," ungkapnya.
Pura Gunakan Konsep Tri Mandala
Pura Jagat Natha menggunakan batu alam dari Gunung Merapi dan Banyuwangi dengan sentuhan arsitektur Bali. Salah satu unsur arsitektur tersebut terlihat pada bangunan Balai Kulkul.
Secara tata ruang, pura menerapkan konsep Tri Mandala yang membagi kawasan menjadi tiga bagian. Pembagian tersebut terdiri atas Nista Mandala, Madya Mandala, dan Utama Mandala.
Nista Mandala merupakan area bagian depan yang bersifat terbuka dan dapat diakses masyarakat umum. Sementara Madya Mandala menjadi area persiapan umat sebelum beribadah.
Adapun Utama Mandala merupakan kawasan suci yang khusus digunakan untuk peribadatan. Area tersebut memiliki kapasitas sekitar 50-60 orang.
Untuk pengelolaan sehari-hari, PHDI akan menunjuk Pengempon sebagai pengurus pura. Sementara itu, area depan tetap terbuka bagi masyarakat.
Masyarakat dapat memanfaatkan area tersebut untuk mengenal arsitektur pura sekaligus menikmati ruang publik di kawasan pusat Kota Magelang.
Peresmian Pura Jagat Natha turut ditandai dengan pelaksanaan upacara Melaspas dan penyucian sarana ibadah. Acara tersebut dihadiri pejabat forkopimda, umat Hindu, komunitas lintas agama, dan tokoh masyarakat setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Basuki Rakhmat nyalon Lurah Dlingo pada pemilihan lurah 2026. Ia membawa pengalaman pertanian dan ekonomi untuk kesejahteraan warga.
Tren baju murah untuk foto liburan merebak di kalangan turis China. Pakaian lalu dibuang atau dijual kembali dan memicu isu limbah tekstil.
Power window mobil seret bisa disebabkan debu hingga karet aus. Kenali penyebab dan cara mengatasinya dengan silicone spray.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.