Viral Kendaraan KDMP Tercebur ke Sawah di Klaten, Ini Kronologinya
Video kendaraan roda tiga KDMP tercebur ke sawah di Desa Jetis, Klaten viral. Pemdes memastikan dua video yang beredar direkam pada waktu berbeda dan mengungkap
Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, KLATEN—Warga Dukuh Bono, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, harus menunggu hingga dua pekan untuk mendapatkan pasokan air bersih pada puncak musim kemarau. Keterbatasan armada truk tangki dan tingginya permintaan membuat pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi tantangan bagi warga.
Kekeringan yang melanda wilayah tersebut berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Hujan gerimis sempat turun beberapa waktu lalu, tetapi belum cukup untuk mengisi bak penampungan air milik warga.
Listyo, salah satu warga Dukuh Bono, mengatakan kekeringan telah menjadi persoalan tahunan di wilayahnya. Di RW 05 Dukuh Bono terdapat lima RT dengan jumlah penduduk sekitar 350 keluarga yang seluruhnya terdampak kekeringan.
"Setiap tahun seperti ini," jelas Listyo saat ditemui Kamis (8/10/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga mengandalkan bantuan air bersih dari berbagai pihak. Air bantuan tersebut disalurkan ke bak penampungan umum yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di luar bantuan, warga juga harus membeli air bersih. Sebagian warga bahkan menyisihkan uang saat musim hujan sebagai persiapan menghadapi kekeringan pada musim kemarau.
"Kalau pas musim penghujan, kami menyisihkan uang. Kami tabung dan nanti pada musim seperti saat ini kami gunakan untuk beli air," jelas Listyo.
Harga satu tangki air bersih yang dikirim hingga Dukuh Bono mencapai sekitar Rp230.000. Meski warga bersedia membeli air, mereka belum tentu bisa segera mendapatkan pasokan karena harus mengantre.
Pada puncak kemarau seperti sekarang, pemesanan air bersih dapat baru dilayani dua pekan kemudian. Kondisi itu terjadi karena jumlah permintaan meningkat, sedangkan armada truk tangki yang menyediakan layanan terbatas.
Listyo mencontohkan, pasokan air untuk sebuah masjid di wilayahnya baru tiba setelah hampir dua pekan menunggu. Sementara itu, air di bak penampungan umum juga cepat habis karena digunakan oleh banyak warga.
"Kemarin itu untuk masjid hampir dua minggu baru dapat. Iya, bantuan seperti ini yang diharapkan. Alhamdulillah kalau ada bantuan, masyarakat terima kasih sekali. Nanti satu bak seperti ini, dua hari habis [untuk memenuhi kebutuhan warga secara umum]," kata Listyo.
Pasokan dari Sumber Bebeng Belum Mencukupi
Selain membeli air bersih dan menerima bantuan, warga Dukuh Bono memperoleh pasokan air dari Sumber Bebeng yang berada di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Namun, aliran air dari sumber tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan warga secara optimal.
Penggunaan air harus dilakukan secara bergantian karena debit yang sampai ke Dukuh Bono dinilai belum memadai. Akibatnya, setiap rumah hanya mendapatkan giliran aliran air dalam rentang waktu tertentu.
"Kalau sampai wilayah sini memang debitnya kurang memadai. Penggunaan air bergantian. Per rumah itu saat ini teraliri 17 hari sekali. Enggak sampai terisi satu bak. Ya, kisarannya bisa terisi sekitar 2.000 liter," kata Listyo.
Kondisi tersebut membuat warga harus mengatur penggunaan air dengan cermat. Pasokan yang terbatas, baik dari jaringan sumber air maupun bantuan tangki, menjadi persoalan yang berulang ketika musim kemarau tiba.
Pemkab Klaten Salurkan 25-30 Tangki Air per Hari
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengatakan penyaluran bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan masih terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Klaten juga mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Sejumlah pihak yang turut menyalurkan bantuan antara lain Polres Klaten, Kodim 0723/Klaten, relawan, komunitas, pengusaha tambang, dan pihak lainnya.
Hamenang menyebut bantuan air bersih yang disalurkan setiap hari mencapai sekitar 25 hingga 30 tangki. Meski demikian, pemerintah daerah belum dapat memastikan sampai kapan penyaluran bantuan tersebut perlu dilakukan.
"Alhamdulillah, kalau harian mungkin 25 tangki sampai 30 tangki. Kami juga belum tahu tahun ini sampai kapan. Mohon doanya segera hujan," kata Hamenang.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Hamenang mengecek penyaluran bantuan air bersih di Dukuh Bono, Kamis. Dalam kegiatan itu, dia didampingi Kapolresta Klaten, Kombes Pol Ari Cahya Nugraha, dan Komandan Kodim 0723/Klaten, Letkol Inf Slamet Hardianto.
Sebanyak 15 Desa di Enam Kecamatan Terdampak
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten per Senin (5/10/2026), kekeringan melanda 15 desa yang tersebar di enam kecamatan.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kemalang, Cawas, Jatinom, Wedi, Bayat, dan Karangdowo.
Hingga pendataan tersebut dilakukan, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 1.099 tangki atau sekitar 5,5 juta liter.
Bantuan tersebut tercatat telah menjangkau 5.137 keluarga atau 17.129 jiwa. Penyaluran air bersih terus dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah terbatasnya ketersediaan air selama musim kemarau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Video kendaraan roda tiga KDMP tercebur ke sawah di Desa Jetis, Klaten viral. Pemdes memastikan dua video yang beredar direkam pada waktu berbeda dan mengungkap
Hasil drawing IBL All Indonesian 2026 menempatkan Satria Muda di Grup A dan Dewa United di Grup B. Turnamen berlangsung 24 Oktober–1 November.
DPR meminta TNI mengusut tuntas dugaan operasional judi online di rumah dinas KPAD Cijantung. Sebanyak 11 warga sipil dan 32 komputer diamankan.
AESI menilai PLTS 100 GWp perlu memperkuat ketahanan energi dan inklusi sosial, termasuk memperluas akses listrik bagi desa terpencil.
Jasa Marga mengandalkan teknologi, analisis data lalu lintas, dan kesiapan armada untuk meningkatkan keselamatan serta layanan jalan tol.
Warga Dukuh Bono, Klaten, harus antre hingga dua pekan untuk mendapat air bersih. BPBD mencatat 15 desa terdampak kekeringan.