Bus Persib U-18 Dilempari di Rest Area Batang, Satu Pria Ditangkap

Newswire
Newswire Senin, 12 Oktober 2026 16:57 WIB
Bus Persib U-18 Dilempari di Rest Area Batang, Satu Pria Ditangkap

Foto ilustrasi penangkapan. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI

Harianjogja.com, BATANG—Polresta Batang menangkap seorang pria berinisial BPA, 33, yang diduga terlibat dalam penyerangan dan perusakan bus rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Tol Batang–Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam.

Kapolresta Batang Kombes Pol. Warsono mengatakan penangkapan dilakukan setelah polisi menyelidiki laporan perusakan bus dan dugaan penganiayaan terhadap salah satu ofisial tim Persib U-18.

BPA merupakan warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat. Menurut Warsono, pria tersebut diduga menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam penyerangan. Polisi juga menduga BPA merupakan pendukung Persija Jakarta.

“Usai menerima laporan mengenai perusakan bus dan penganiayaan terhadap salah satu ofisial Persib U-18, kami langsung bergerak melakukan penyelidikan. Terduga pelaku berinisial BPA (33), warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat ditangkap di wilayah Jakarta,” kata Warsono, Senin (12/10/2026).

Warsono didampingi Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Thio Pratama saat menyampaikan perkembangan penanganan kasus tersebut. Polisi menyebut penangkapan dilakukan setelah menelusuri keberadaan terduga pelaku dengan bantuan personel Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Cikampek.

Bus Persib U-18 Dilempari Batu

Peristiwa penyerangan bermula ketika bus yang membawa pemain dan ofisial Persib Bandung U-18 singgah untuk beristirahat di Rest Area KM 360 Tol Batang–Pemalang. Rombongan tersebut sedang dalam perjalanan dari Solo menuju Bandung setelah menjalani pertandingan kompetisi sepak bola usia muda.

Pada waktu yang hampir bersamaan, rombongan suporter Persija Jakarta melintas dalam perjalanan pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta.

Pertemuan kedua rombongan itu kemudian diwarnai ketegangan. Menurut keterangan polisi, provokasi verbal diduga memicu keributan yang berujung pada pelemparan batu ke arah bus Persib U-18.

Akibat kejadian tersebut, bus mengalami kerusakan dan seorang ofisial tim dilaporkan mengalami luka. Polisi masih mendalami keterlibatan BPA dalam rangkaian penyerangan tersebut.

Warsono mengatakan penyidik menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di rest area dan menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan darurat 110 untuk mengungkap kasus itu.

Dalam penanganan perkara, polisi menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan insiden, di antaranya batu bata, botol minuman keras, dan senjata tajam. Barang-barang tersebut akan menjadi bagian dari proses penyidikan.

Warsono menyebut penyelidikan awal mengarah pada dugaan bahwa fanatisme antarklub menjadi salah satu pemicu peristiwa tersebut. Namun, polisi masih perlu mendalami peran terduga pelaku dan mengumpulkan bukti untuk memperjelas kejadian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online