Siswi SMK Meninggal Saat Napak Tilas Joko Songo, Pemkab Karanganyar Evaluasi Kegiatan

Indah Septiyaning Wardhani
Indah Septiyaning Wardhani Kamis, 05 November 2026 19:37 WIB
Siswi SMK Meninggal Saat Napak Tilas Joko Songo, Pemkab Karanganyar Evaluasi Kegiatan

Martalia Anggun, warga Genengan, Kecamatan Jumantono, Karanganyar saat menunjukkan foto putrinya yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Napak Tilas Joko Songo pada Kamis (5/11/2026). /Solopos-Indah Septiyaning Wardani.

Harianjogja.com, KARANGANYAR—Kegiatan Napak Tilas Perjuangan Pahlawan Joko Songo XXXI Tahun 2026 di Kabupaten Karanganyar berakhir duka setelah seorang peserta meninggal dunia. Califfa Marwa Nabila, siswi SMKN 1 Karanganyar, mengembuskan napas terakhir setelah mengalami keluhan kesehatan saat mengikuti kegiatan tersebut, Rabu (4/11/2026).

Peristiwa itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar. Sebagai bentuk penghormatan kepada peserta sekaligus bahan evaluasi, pemerintah daerah memutuskan menghentikan seluruh rangkaian kegiatan napak tilas yang semula dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 4–6 November 2026.

Califfa, warga Genengan RT 02/RW 04, Kecamatan Jumantono, sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.10 WIB.

Kondisi Kesehatan Califfa Sempat Menurun

Ibunda Califfa, Martalia Anggun, menceritakan putrinya menjalani latihan fisik secara intensif bersama pihak sekolah selama sepekan menjelang kegiatan. Jarak latihan tersebut terus ditingkatkan setiap hari.

Martalia menduga rangkaian latihan itu turut menguras kondisi fisik putrinya. Terlebih, sebelum mengikuti napak tilas, Califfa sempat mengalami diare, kehilangan nafsu makan, dan kerap muntah setiap kali makan.

Martalia mengaku telah mengingatkan putrinya agar beristirahat terlebih dahulu. Namun, Califfa tetap ingin mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya sudah mengingatkan istirahat saja dulu, cuma anaknya nekat. Dia memang ingin ikut,” ungkap Martalia saat ditemui di rumah duka, Kamis (5/11/2026).

Pada Selasa (3/11/2026) malam, Martalia masih berkomunikasi dengan putrinya melalui WhatsApp. Saat itu, Califfa berada di kawasan Delingan dan menyampaikan kondisinya mulai membaik, meskipun masih muntah setiap kali makan.

Martalia kemudian menyarankan Califfa makan sedikit demi sedikit agar kondisinya berangsur pulih. Dalam komunikasi terakhir tersebut, putrinya kembali menyampaikan bahwa kondisinya sudah membaik.

Martalia juga memperoleh informasi dari pembina bahwa Califfa terlihat bugar sebelum pemberangkatan napak tilas pada Rabu pagi. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti kapan kondisi putrinya kembali menurun hingga harus dibawa ke rumah sakit.

“Saya dikabari sekitar pukul 14.00 WIB kalau anak saya sudah di rumah sakit. Waktu saya sampai di IGD, kondisinya sudah kritis dan sudah tidak merespons ketika saya panggil,” tuturnya.

Sempat Dirawat Intensif di ICU

Setelah tiba di rumah sakit, Califfa dipindahkan dari instalasi gawat darurat (IGD) ke ruang perawatan intensif atau intensive care unit (ICU). Kondisinya semakin kritis sehingga tim medis memberikan penanganan intensif.

Pihak rumah sakit bahkan sempat merencanakan rujukan ke RSUD dr. Moewardi Solo. Namun, kondisi Califfa terus memburuk sebelum rencana tersebut terlaksana.

Keluarga juga sempat diminta memberikan persetujuan untuk pemasangan alat bantu pernapasan. Sejumlah tindakan medis telah dilakukan, termasuk upaya pemacuan jantung, tetapi nyawa Califfa tidak berhasil diselamatkan.

Califfa merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Semasa sekolah, dia dikenal sebagai sosok yang baik, aktif, dan cerdas. Kegiatan kepramukaan juga bukan hal baru baginya karena saat duduk di bangku SMP, Califfa pernah menjadi anggota Dewan Penggalang.

Meski demikian, Napak Tilas Joko Songo merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kegiatan tersebut sejak bersekolah di SMKN 1 Karanganyar.

Martalia berharap kejadian yang menimpa putrinya menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara dan pihak terkait. Dia meminta kondisi kesehatan peserta lebih diperhatikan, terutama dalam kegiatan yang membutuhkan ketahanan fisik.

“Harapannya lebih memperhatikan peserta. Kalau ada yang sakit, jangan dipaksa ikut. Lebih baik disuruh istirahat saja,” katanya.

Keluarga mengaku tidak pernah menyangka kondisi Califfa akan berakhir demikian. Sebelumnya, mereka juga tidak mengetahui adanya riwayat penyakit serius yang diderita Califfa.

Califfa telah dimakamkan di pemakaman wilayah Genengan pada Rabu malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Pemkab Karanganyar Hentikan Seluruh Rangkaian Kegiatan

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Kurniadi Maulato, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya peserta napak tilas tersebut. Dia menyebut kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi penyelenggaraan kegiatan pada masa mendatang.

Menurut Kurniadi, insiden tersebut merupakan kejadian pertama sepanjang 31 kali penyelenggaraan Napak Tilas Joko Songo. Pemkab Karanganyar pun memutuskan menghentikan seluruh rangkaian kegiatan sebagai bentuk penghormatan kepada peserta yang meninggal dunia.

Kurniadi menjelaskan Califfa mulai mengalami keluhan kesehatan saat menempuh perjalanan di kawasan hutan karet, sebelah timur Pondok Pesantren MTA. Lokasi tersebut berjarak sekitar empat kilometer dari titik pemberangkatan di Lapangan Mojoroto, Kecamatan Mojogedang.

“Setelah berjalan sampai hutan karet, peserta mengeluh kecapekan dan muntah. Langsung mendapatkan penanganan pertama oleh PMI. Jadi peserta ini baru empat kilometer, dari 20 kilometer rencananya,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis.

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) sempat memberikan penanganan pertama. Namun, kondisi Califfa belum menunjukkan perbaikan dan dia masih mengalami muntah saat berada di ambulans.

Petugas kemudian membawa siswi tersebut ke sebuah homestay di kawasan Pangkalan, Jumok, Desa Delingan, untuk beristirahat. Karena kondisinya belum membaik, Califfa selanjutnya dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 13.00 WIB untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Setelah menjalani perawatan intensif, Califfa dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.10 WIB.

Menyusul kejadian tersebut, Pemkab Karanganyar menghentikan kegiatan napak tilas yang semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu hingga Jumat (4–6/11/2026). Penghentian seluruh rangkaian kegiatan mulai diberlakukan Kamis (5/11/2026).

Kurniadi mengatakan pemerintah daerah langsung melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan agar kejadian serupa tidak terulang pada penyelenggaraan berikutnya.

Bupati Karanganyar, Rober Christanto, turut mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga Califfa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online