Advertisement
Pria Meninggal dalam Sleeper Bus di Boyolali, Ini Dugaan Penyebabnya
Ilustrasi penemuan jenazah. Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BOYOLALI—Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam slepper bus saat perjalanan di wilayah Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, pada Senin (4/8/2025).
Kasi Humas Polres Boyolali, Iptu Winarsih, mengatakan pria tersebut diketahui bernama Jumino, 43, warga Kembangan Utara, Jakarta Barat. Ia ditemukan tak sadarkan diri di dalam bus lalu dinyatakan meninggal dunia.
Advertisement
“Kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB ketika kendaraan bus bernomor polisi B-7198-SGA dalam perjalanan dari Sragen menuju Jakarta dan berhenti di agen Bus Berlian Jaya di Dukuh Kebonan, Desa Kebonan, Karanggede,” katanya, Selasa (5/8/2025).
BACA JUGA: Januari hingga Juli, Dewan Pers Terima 780 Aduan Pemberitaan
Jumino sempat turun dari bus untuk membeli sesuatu, lalu kembali dan duduk di kursi sleeper A-1. Namun tak lama kemudian, Jumino diketahui tidak sadarkan diri.
Kemudian, sopir dan kru bus segera membawa Jumino ke RS Sisma Medika Karanggede. Akan tetapi, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, dia dinyatakan telah meninggal dunia.
“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Tim medis menduga korban meninggal akibat serangan jantung,” kata dia.
Sementara itu, kenek bus, Triyanto, 27, menyebutkan awalnya Jumino tampak lemas dan tidak merespons saat dipanggil. "Awalnya beliau duduk seperti biasa, tapi beberapa menit kemudian terlihat tidak bergerak dan tidak merespons saat kami mencoba membangunkannya,” kata dia.
Kapolsek Karanggede, AKP Suramto Widodo, mengatakan pihak kepolisian segera mengambil tindakan cepat setelah menerima laporan dari kru bus.
"Kami langsung mendatangi TKP, memeriksa kondisi korban, serta mencatat keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan pihak keluarga. Seluruh proses berjalan lancar dan kondusif,” terangnya.
BACA JUGA: Ini Hasil Identifikasi Mayat Misterius di Pantai Krakal Gunungkidul
Kapolsek Widodo mengatakan keluarga almarhum telah menerima musibah ini dengan ikhlas dan mengungkap Jumino memang memiliki riwayat penyakit jantung.
Ia juga menjelaskan keluarga korban menolak autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi. Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Jadwal KRL Jogja-Solo Terbaru Selasa 31 Maret 2026, Cek di Sini
- Gangguan Teknis, KA Tambahan Jogja-Pasar Senen Mogok di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement







