Jadwal Sekaten Solo 2026, Ini Rangkaian Miyos Gangsa hingga Grebeg
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Wali Kota Solo Respati Ardi saat diwawancarai media di Reservoir Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Kamis (17/7/2025). (Solopos - Candra Septian Bantara)
Harianjogja.com, SOLO-Kebijakan bekerja fleksibel di luar kantor atau work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara untuk efisiensi akan diterapkan oleh Pemerintah Kota Solo menyusul rencana pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) sekitar Rp218 miliar pada 2026.
“Kami akan coba pastikan untuk efisiensi di Kota Solo, kepegawaian yang tidak berhubungan dengan pelayanan publik sepekan sekali WFA,” jelas Wali Kota Solo Respati Ardi kepada wartawan di Sentra IKM Mebel Srikayu, Kecamatan Banjarsari, Solo, Kamis (16/10/2025).
Menurut dia, ASN di bidang pelayanan publik secara langsung tidak terdampak efisiensi, seperti pendidikan, kesehatan, Satpol PP Kota Solo. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan dengan kesehatan bisa menjalani WFA, misalnya rapat dengan Zoom Meeting.
“Kajian-kajian, upgrading, itu sudah ada perguruan tinggi, ada Tri Dharma, manfaatkan fasilitas dari perguruan tinggi, ada UNS dan perguruan tinggi swasta yang lain,” ungkap dia.
Selain WFA, kata Respati, menantang OPD untuk berinovasi melakukan penghematan. Biaya makan minum, listrik, dan transportasi diefisiensikan hingga 30%. "Kemarin kami kumpulkan sudah dirasionalisasikan ke seluruh OPD, kami challenge OPD untuk berinovasi untuk penghematan dan benar-benar membuat kegiatan yang langsung dirasakan masyarakat penghematan," jelasnya.
"Air mineral, bawa tumbler, ya kita harus mulai frugal living untuk Solo,” ungkap dia. Respati memastikan efisiensi tidak berdampak terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN Pemkot Solo.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Murtono menjelaskan ada penurunan TKD sekitar Rp218 miliar dibandingkan rencana TKD pada Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2026.
Pemkot sudah melakukan kalkulasi TKD yang masuk dan keluar. “Dari APBD, minusnya menjadi kurang lebih Rp160 miliar,” jelas dia kepada wartawan ditemui di kompleks Balai Kota Solo, Selasa (14/10/2025).
Dia menjelaskan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Solo sedang membahas mengenai pemotongan TKD. Wali Kota Solo Respati Ardi memberikan arahan untuk menata ulang rancangan APBD Solo 2026 agar berimbang.
“Kalau bisa melakukan penghematan biaya-biaya operasional, misalnya biaya makan minum untuk rapat diefisienkan, biaya langganan diefisienkan seperti beban listrik dan air organisasi perangkat daerah penggunaannya sesuai kebutuhan,” ujar dia..
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.