SE Mendikdasmen Terbit, 549 Guru Honorer Sragen Terancam Tergusur
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Ilustrasi penipuan./Antara
Harianjogja.com, BOYOLALI—Nomor WhatsApp milik eks Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Boyolali, Supana, diduga diretas orang tak dikenal. Sejumlah pihak menerima pesan mencurigakan yang dikirim dari nomor tersebut sejak Minggu (16/11/2025).
Sekitar pukul 17.28 WIB, Espos menerima pesan WhatsApp dari nomor Supana berisi file APK berukuran 117 MB berjudul undangan pernikahan. Sekitar pukul 19.00 WIB, nomor tersebut kembali meminta agar file tersebut dibuka.
Tidak hanya Espos, sejumlah wartawan, pejabat, relasi, hingga kerabat Supana juga menerima pesan serupa. Bahkan, beberapa di antaranya diarahkan untuk meminjamkan uang.
Salah satu penerima pesan ialah seniman Banyudono, Ki Ageng Pengging, yang kemudian membagikan informasi tersebut melalui status WhatsApp miliknya.
“WA Bapak Supana saat ini diretas orang. Yang dapat WA seperti ini jangan didownload dan jangan dibuka. Langsung hapus,” tulisnya.
Pejabat Humas Kwarcab Boyolali, Eksani, juga menerima pesan dari nomor yang sama, tetapi dengan modus berbeda. Alih-alih file APK, pelaku meminta pinjaman uang yang disebut akan dikembalikan keesokan hari.
“Nomor WA Kak Supana dibajak orang tidak dikenal. Jika ada informasi meminta sesuatu atau undangan lewat APK harap diabaikan, jangan dibuka,” ujarnya.
Eksani mengimbau masyarakat untuk menghapus atau memblokir nomor tersebut. Menurutnya, seluruh relasi Supana di Kepramukaan turut menerima pesan yang sama, mulai dari undangan APK, permintaan pinjaman uang, hingga permintaan pengisian pulsa.
“Informasi tersebut dibenarkan oleh istri Kak Supana, sehingga diminta semuanya berhati-hati,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, masyarakat diminta meningkatkan literasi digital untuk menghindari modus penipuan yang semakin canggih.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo saat itu, Eko Yunianto, pernah mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membawa perubahan besar pada sistem perbankan dan mendorong kemunculan berbagai layanan financial technology (fintech).
Namun, lanjutnya, transformasi digital juga membuka peluang bagi pelaku kejahatan memanfaatkan celah keamanan, khususnya terhadap masyarakat dengan literasi digital yang minim.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap modus online terbaru, termasuk file aplikasi (APK) seperti undangan pernikahan palsu maupun pihak yang mengaku kurir paket,” kata Eko.
Ia menegaskan pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan tidak memberikan izin akses kepada sumber yang tidak tepercaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.
Blunder Bento pada menit 90+8 membuat Al Nassr gagal mengunci gelar Saudi Pro League usai ditahan imbang Al Hilal 1-1.
Florentino Perez membantah isu sakit keras, menyerang media, dan mempercepat pemilu Real Madrid di tengah krisis klub musim 2026.