Advertisement
Dua Kambing di Beruk Karanganyar Diduga Dimangsa Macan Tutul
Macan Tutul Jawa - Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Menlhk
Advertisement
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Warga Dusun Pondok, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, dibuat waswas seusai dua kambing ditemukan mati diduga akibat serangan macan tutul pada Selasa (10/2/2026) dini hari.
Dua kambing milik warga Dusun Pondok ditemukan mati sekitar pukul 02.00 WIB. Satu ekor dilaporkan dimangsa hingga nyaris tak bersisa, sedangkan satu lainnya mati dengan bekas luka gigitan di tubuhnya.
Advertisement
Temuan tersebut diketahui pemilik kandang saat memeriksa ternaknya pada pagi hari. Kondisi kambing yang mengenaskan memicu kekhawatiran warga karena lokasi kandang berada tidak jauh dari permukiman.
Kapolsek Jatiyoso, AKP Suryono, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan warga dan langsung melakukan koordinasi dengan jejaring relawan di wilayah setempat.
BACA JUGA
“Benar telah terjadi dugaan serangan binatang buas jenis macan tutul terhadap hewan ternak milik warga di Dusun Pondok, Desa Beruk. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar AKP Suryono saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026) malam.
AKP Suryono menjelaskan dugaan sementara macan tutul masuk ke area kandang ketika lingkungan dalam kondisi sepi dan minim penerangan. Satu kambing dimakan hingga habis, sementara satu lainnya dibunuh tetapi tidak seluruhnya dimangsa. Warga menduga satwa liar tersebut telah kenyang sehingga meninggalkan bangkai ternak kedua.
Hingga kini, belum ada bukti dokumentasi berupa foto atau video karena kamera pengawas (CCTV) milik warga tidak menjangkau titik lokasi kejadian. Meski demikian, pola luka dan karakter serangan mengarah pada dugaan macan tutul.
Kemunculan macan tutul di Jatiyoso ini menambah kecemasan warga yang tinggal di wilayah lereng berbatasan langsung dengan kawasan hutan.
Warga setempat, Sartono mengatakan beberapa warga cemas beraktivitas pada malam hari, terutama yang memiliki ternak di dekat rumah. Sebagai langkah antisipasi, warga meningkatkan kewaspadaan. Kandang ternak diperkuat dengan pagar yang lebih tinggi dan kokoh, serta ditambah penerangan di sekitar lokasi kandang.
Selain memperkuat kandang, warga juga kembali mengaktifkan ronda malam untuk memantau situasi lingkungan dan mencegah potensi serangan macan tutul di Jatiyoso terulang. Upaya ini dilakukan sambil menunggu langkah lanjutan dari pihak berwenang guna memastikan keamanan permukiman warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Viral Korban Penganiayaan Kapuk Dilaporkan, Ini Respons Kuasa Hukum
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



