Advertisement

Gubernur Luthfi Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen

Media Digital
Kamis, 15 Januari 2026 - 10:52 WIB
Sunartono
Gubernur Luthfi Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen Lahan pertanian di Kudus, Pati, dan Jepara terdampak banjir. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta pemda segera ajukan asuransi gagal panen. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, SURAKARTA—Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepala daerah kabupaten/kota yang wilayahnya yang terdampak cuaca ekstrem, segera mengajukan asuransi gagal panen. Hal ini sebagai langkah perlindungan bagi petani.

Arahan itu disampaikan dalam agenda Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jateng 2026, di The Sunan Hotel, Kota Surakarta pada Rabu, 14 Januari 2026.

Advertisement

Beberapa daerah yang terdampak hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir meliputi Kudus, Pati, dan Jepara. Banjir yang melanda di tiga daerah tersebut berdampak hingga ke lahan pertanian warga.

Luthfi meminta pemerintah kabupaten setempat segera melaporkan luas lahan yang berpotensi gagal panen kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, untuk keperluan pengurusan asuransi.

“Pak Frans (Kadistanbun) nanti untuk Kudus, Pati, dan Jepara diminta segera ajukan terkait (asuransi) gagal panen,” ujarnya.

Luthfi menegaskan, cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi tidak bisa dihindari. Namun, dampaknya tetap bisa ditekan melalui mitigasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah.

Luthfi menekankan pentingnya penguatan Standart operational procedure (SOP) dalam penanganan bencana di kabupaten/kota, termasuk kesiapan pemerintah daerah menetapkan status darurat, membentuk satuan tugas (satgas), dan memastikan dukungan logistik, serta layanan dasar bagi masyarakat terdampak.

Menurut Luthfi, pencapaian target ketahanan pangan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah provinsi secara mandiri, tapi butuh kolaborasi lintas wilayah dan lintas instansi.

“Tidak bisa dilakukan oleh gubernur seorang. Harus dengan (dukungan) para bupati/wali kota,” katanya.

Sebagai informasi, kegiatan komitmen ketahanan pangan ini menjadi bagian dari upaya Jawa Tengah mewujudkan swasembada pangan 2026, termasuk pencapaian target produksi padi 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Prabowo Dorong Kampus Maju Tanpa Bebani Biaya Mahasiswa

Prabowo Dorong Kampus Maju Tanpa Bebani Biaya Mahasiswa

News
| Kamis, 15 Januari 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement