Advertisement

Penerbangan Internasional Semarang Dongkrak Investasi Singapura

Newswire
Kamis, 22 Januari 2026 - 19:17 WIB
Sunartono
Penerbangan Internasional Semarang Dongkrak Investasi Singapura Rute internasional SemarangSingapura dan Kuala Lumpur di Bandara Ahmad Yani terbukti memudahkan investor dan menguatkan arus investasi asing ke Jawa Tengah. - Antara.

Advertisement

Harianjogja.com, SEMARANG—Kehadiran kembali rute penerbangan internasional dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang mulai menunjukkan dampak nyata terhadap iklim investasi Jawa Tengah, terutama dengan meningkatnya minat investor asal Singapura. Akses langsung ke luar negeri dinilai memperkuat daya saing daerah dalam menarik penanaman modal asing.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat pembukaan rute Semarang–Kuala Lumpur dan Semarang–Singapura memberikan keuntungan strategis, tidak hanya bagi sektor pariwisata, tetapi juga dalam mempermudah mobilitas pelaku usaha menuju kawasan industri dan ekonomi khusus di wilayah tersebut.

Advertisement

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan bahwa penerbangan internasional di Bandara Ahmad Yani membawa manfaat signifikan bagi percepatan investasi. Singapura, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama penanaman modal asing di Jateng, menjadi negara yang paling merasakan dampak positif pembukaan rute tersebut.

“Kami melihat setelah rute Semarang–Singapura dibuka oleh maskapai Scoot, banyak pelaku usaha dari Singapura yang datang langsung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Padahal, mayoritas investor di kawasan tersebut memang berasal dari Singapura,” kata Sakina di Semarang, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa penerbangan langsung ini memangkas waktu tempuh investor menuju Jawa Tengah karena tidak lagi harus transit melalui Jakarta. Efisiensi perjalanan tersebut membuat akses menuju KEK Kendal dan kawasan industri lain menjadi lebih cepat dan praktis.

Berdasarkan data DPMPTSP Jawa Tengah, nilai investasi yang ditanamkan investor asal Singapura mencapai Rp11,43 triliun atau setara 22,48 persen dari total penanaman modal asing (PMA) di provinsi ini. Angka tersebut menempatkan Singapura sebagai negara asal investor terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Hong Kong.

“Untuk penanaman modal di Jawa Tengah, investor dari Singapura mayoritas masuk ke kawasan industri. KEK Kendal sendiri merupakan konsorsium antara PT Jababeka Tbk dari Indonesia dan Sembcorp Development Ltd, yang berinvestasi pada pembangunan infrastruktur kawasan,” jelasnya.

Melihat potensi tersebut, Pemprov Jawa Tengah juga melakukan pendekatan lanjutan agar investor yang telah mapan dapat memperluas cakupan investasinya ke wilayah lain di luar kawasan industri utama. Upaya ini tidak hanya ditujukan kepada investor Singapura, tetapi juga kepada penanam modal dari berbagai negara.

“Selain mendorong investasi di kawasan industri, kami membangun hubungan yang baik dengan investor asing, domestik, maupun lokal. Kami juga melakukan pendampingan, termasuk ketika sistem OSS RBA (Online Single Submission–Risk Based Approach) sempat mengalami kendala. Kami duduk bersama dan memfasilitasi penyelesaiannya,” katanya.

Sebagai informasi, rute penerbangan internasional dari Semarang sempat terhenti sejak pandemi Covid-19 hingga 2024. Layanan tersebut kembali dibuka secara bertahap, diawali penerbangan ke Malaysia pada September 2025, kemudian disusul rute Semarang–Singapura pada Desember 2025, yang kini mulai menunjukkan kontribusi terhadap penguatan investasi di Jawa Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Prabowo Teken Piagam

Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Prabowo Teken Piagam

News
| Kamis, 22 Januari 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement