13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Almarhum Anom Suroto/Instagram
Harianjogja.com, SOLO—Pemerintah Kota Solo akan mengabadikan nama Ki Anom Suroto sebagai salah satu ruas jalan sebagai bentuk penghormatan atas jasa maestro yang telah mengangkat seni tradisi Surakarta ke pentas dunia.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengumumkan rencana ini saat menghadiri peringatan 100 hari wafatnya Ki Anom Suroto di Kebon Seni Timasan, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (24/1/2026). Pemilihan lokasi jalan akan melalui kajian khusus agar memiliki nilai historis atau kedekatan dengan perjalanan hidup sang seniman.
“Untuk menghormati karya dan peran beliau, kami akan memberikan salah satu nama jalan di Kota Solo. Realisasi ini akan melalui kajian terlebih dahulu, kemudian ditetapkan pada jalan yang memiliki makna khusus bagi Ki Anom Suroto,” jelas Respati.
Wali Kota menekankan bahwa Ki Anom Suroto bukan sekadar dalang, melainkan ikon budaya Surakarta dan guru bangsa yang menyampaikan nilai-nilai luhur melalui seni. “Pemkot Solo berkewajiban menjaga warisan budaya itu agar tidak terputus oleh zaman,” tegas Respati.
Langkah pengabadian nama jalan ini juga menjadi simbol politik budaya yang menegaskan bahwa kontribusi para empu budaya layak sejajar dengan tokoh penting pembangunan kota. Jalan tersebut nantinya diharapkan menjadi penanda fisik yang mengingatkan publik akan peran sentral Ki Anom Suroto dalam membentuk identitas kultural Solo.
Selain itu, Pemkot Solo menyiapkan strategi kebudayaan jangka panjang. Lagu ciptaan Ki Anom Suroto, Solo Berseri, akan diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Lagu yang sarat nilai kebersamaan dan kebanggaan lokal ini akan diaransemen ulang agar relevan bagi generasi muda tanpa menghilangkan esensi budaya aslinya.
“Kami akan mengaransemen ulang lagu Solo Berseri agar dapat diterima generasi sekarang tanpa meninggalkan nilai budaya aslinya. Lagu ini akan dimasukkan ke pembelajaran SD dan SMP untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini,” papar Respati.
Pendekatan ini dipandang penting agar pelestarian budaya tidak hanya menjadi seremoni. Nilai-nilai luhur yang diperjuangkan Ki Anom Suroto diharapkan hidup dalam ruang kelas dan keseharian generasi penerus, memastikan regenerasi pemahaman budaya yang autentik dan berkelanjutan di Kota Solo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Alex Marquez sukses comeback di MotoGP Belanda 2026 usai absen dua seri akibat cedera. Finis ke-13 di Sprint Race Assen meski masih merasakan sakit.
Menhub memastikan komisi ojol maksimal 8 persen mulai berlaku 1 Juli 2026 tanpa uji coba. Aturan baru ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan pengemudi.
Toyota Australia melakukan recall 1.101 unit bZ4X akibat potensi gangguan software ECU. Toyota Astra Motor memastikan unit Indonesia tidak terdampak.
Gol kemenangan Iran atas Mesir dianulir VAR. Usai laga, para pemain meninggalkan pesan menyentuh tentang kehormatan dan fair play di ruang ganti.
OpenAI meluncurkan GPT-5.6 dengan varian Sol, Terra, dan Luna. Akses awal dibatasi atas permintaan pemerintah AS sambil menunggu evaluasi keamanan.