Advertisement
Nama Ki Anom Suroto Akan Jadi Salah Satu Ruas Jalan di Kota Solo
Almarhum Anom Suroto - Instagram
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—Pemerintah Kota Solo akan mengabadikan nama Ki Anom Suroto sebagai salah satu ruas jalan sebagai bentuk penghormatan atas jasa maestro yang telah mengangkat seni tradisi Surakarta ke pentas dunia.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengumumkan rencana ini saat menghadiri peringatan 100 hari wafatnya Ki Anom Suroto di Kebon Seni Timasan, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (24/1/2026). Pemilihan lokasi jalan akan melalui kajian khusus agar memiliki nilai historis atau kedekatan dengan perjalanan hidup sang seniman.
Advertisement
“Untuk menghormati karya dan peran beliau, kami akan memberikan salah satu nama jalan di Kota Solo. Realisasi ini akan melalui kajian terlebih dahulu, kemudian ditetapkan pada jalan yang memiliki makna khusus bagi Ki Anom Suroto,” jelas Respati.
Wali Kota menekankan bahwa Ki Anom Suroto bukan sekadar dalang, melainkan ikon budaya Surakarta dan guru bangsa yang menyampaikan nilai-nilai luhur melalui seni. “Pemkot Solo berkewajiban menjaga warisan budaya itu agar tidak terputus oleh zaman,” tegas Respati.
BACA JUGA
Langkah pengabadian nama jalan ini juga menjadi simbol politik budaya yang menegaskan bahwa kontribusi para empu budaya layak sejajar dengan tokoh penting pembangunan kota. Jalan tersebut nantinya diharapkan menjadi penanda fisik yang mengingatkan publik akan peran sentral Ki Anom Suroto dalam membentuk identitas kultural Solo.
Selain itu, Pemkot Solo menyiapkan strategi kebudayaan jangka panjang. Lagu ciptaan Ki Anom Suroto, Solo Berseri, akan diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Lagu yang sarat nilai kebersamaan dan kebanggaan lokal ini akan diaransemen ulang agar relevan bagi generasi muda tanpa menghilangkan esensi budaya aslinya.
“Kami akan mengaransemen ulang lagu Solo Berseri agar dapat diterima generasi sekarang tanpa meninggalkan nilai budaya aslinya. Lagu ini akan dimasukkan ke pembelajaran SD dan SMP untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini,” papar Respati.
Pendekatan ini dipandang penting agar pelestarian budaya tidak hanya menjadi seremoni. Nilai-nilai luhur yang diperjuangkan Ki Anom Suroto diharapkan hidup dalam ruang kelas dan keseharian generasi penerus, memastikan regenerasi pemahaman budaya yang autentik dan berkelanjutan di Kota Solo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- DKPP Bantul Gandeng Sekolah Siapkan Regenerasi Petani Mulai 2026
- BUMKalma Satu Hati Playen Raih Juara 1 BUMDes Inspiratif 2025
- Ratusan Pelari Meriahkan Road to Jogja 10K di Kawasan Malioboro
- Pakar UMY Kritik Mekanisme Pengangkatan Staf MBG Jadi PPPK
- Awal Tahun, PAD Wisata Gunungkidul Tembus Rp5,4 Miliar
Advertisement
Advertisement




