Advertisement
Lonjakan Kafe di Solo Picu Masalah Parkir dan Trotoar Tersumbat
Parkir kafe Solo menumpuk di trotoar, Dishub batasi satu saf dan sediakan opsi alternatif demi ketertiban lalu lintas. - Espos/Dhima Wahyu Sejati.
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—Meningkatnya jumlah kedai kopi dan kafe kekinian di sepanjang Jalan Slamet Riyadi hingga Gatot Subroto memunculkan tantangan baru bagi lalu lintas Kota Solo, khususnya persoalan parkir yang kerap memenuhi badan jalan dan trotoar.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Taufiq Muhammad, menyebut ada peningkatan keluhan masyarakat terkait kondisi parkir di kawasan tersebut. Pemkot Solo mendukung pertumbuhan kafe sebagai penggerak ekonomi, namun penataan tetap harus dijaga agar tidak mengganggu ketertiban umum dan keselamatan pejalan kaki.
Advertisement
Dishub pun memperketat pengaturan parkir di city walk atau koridor pejalan kaki untuk sepeda motor. Parkir kini dibatasi maksimal satu saf, tidak boleh melewati garis kuning atau guiding block untuk difabel.
“Kemarin sudah disepakati, parkir sepeda motor diizinkan di city walk, tetapi maksimal satu saf. Tidak boleh melebihi garis kuning,” tegas Taufiq di Kusuma Sahid Prince Hotel Solo, seusai Forum Konsultasi Publik (FKP).
BACA JUGA
Taufiq mengakui kapasitas parkir di depan kafe sering tidak mencukupi, terutama pada malam hari. Untuk mencegah kendaraan meluber ke badan jalan, Dishub berkoordinasi dengan pemilik lahan sekitar untuk menyediakan kantong parkir tambahan.
Di kawasan Ngapeman hingga Gatot Subroto, manajemen Toserba Sami Luwes siap menjadi lokasi parkir pendukung hingga pukul 01.00 dini hari. Dengan begitu, pengunjung kafe yang membludak dapat diarahkan ke area tersebut.
Selain itu, Dishub memanfaatkan halaman Kantor UPT Pengelolaan Aset Pemkot Solo di Mangkunegaran dan eks Hotel Cakra di Jalan Slamet Riyadi sebagai opsi parkir alternatif.
Taufiq menekankan pengelola parkir dilarang menumpuk kendaraan hingga dua sampai tiga saf yang bisa menutup jalan. Penertiban dilakukan melalui patroli rutin, disertai imbauan kepada masyarakat untuk memanfaatkan kantong parkir resmi, meski harus berjalan sedikit menuju kafe tujuan.
“Memang kadang pengunjung ingin praktis, motor masuk dekat kafe. Namun petugas kami akan terus berputar untuk mengarahkan demi ketertiban bersama,” tambah Taufiq.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Charger Ponsel Masih di Stopkontak Picu Kebakaran di Wirobrajan
- Pulang dari Pantai, 1 Lansia Meninggal Dunia Laka di Bugisan
- Kendaraan Masuk Tol Purwomartani Tembus 6.072 Saat Lebaran
- Bonus Miliaran Cair, Atlet Porda di Bantul Kantongi Puluhan Juta
- Kunjungan di Breksi Diperkirakan Tak Seramai Tahun Lalu
Advertisement
Advertisement








