Advertisement

Tanggul Sungai Tuntang Demak Jebol, Penanganan Darurat Dikebut

Newswire
Selasa, 17 Februari 2026 - 13:57 WIB
Maya Herawati
Tanggul Sungai Tuntang Demak Jebol, Penanganan Darurat Dikebut Bupati Demak Eisti'anah bersama Forkopimda saat meninjau lokasi Tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (17/2/2026). ANTARA - Akhmad Nazaruddin Lathif

Advertisement

Harianjogja.com, DEMAK—Tanggul Sungai Tuntang Demak yang jebol di Desa Kebonagung mulai ditangani secara darurat dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat. Penanganan tanggul Sungai Tuntang Demak ini difokuskan pada penutupan titik jebol serta pemulihan akses jalan yang terdampak banjir dan lumpur.

Bupati Demak Eisti’anah turun langsung meninjau lokasi di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (17/2/2026), sekaligus memastikan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait langkah penutupan tanggul dan penanganan darurat di lapangan.

Advertisement

"Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk penanganan darurat dan penutupan tanggul," kata Bupati Demak Eisti'anah saat meninjau lokasi tanggul jebol di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Selasa.

Ia mengatakan BBWS sudah melakukan langkah penanganan dan dalam waktu dekat dilakukan penutupan tanggul. Proses tersebut dibantu oleh TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat yang bersama-sama melakukan pengoperasian alat dan pembersihan lumpur untuk membuka akses.

Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat juga melakukan penyemprotan lumpur yang menutup Jalan Raya Grobogan–Semarang di Desa Kebonagung, sebagai bagian dari penanganan tanggul Sungai Tuntang Demak yang jebol.

Tanggul Sungai Tuntang Demak dilaporkan jebol di dua titik. Salah satu titik memiliki panjang sekitar 40 meter dengan kedalaman mencapai 10 meter dan berdampak pada akses jalan sepanjang 25 meter di Dukuh Wareng, Desa Kebonagung. Sementara itu, titik kedua tanggul jebol sepanjang 25 meter di desa yang sama.

Peristiwa jebolnya tanggul Sungai Tuntang Demak tersebut terjadi pada hari yang sama, Senin (16/2), antara pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Bupati Eisti’anah menyampaikan bahwa kejadian tanggul jebol mengulang peristiwa serupa yang terjadi setahun lalu di sisi tanggul yang berdekatan.

Ia menjelaskan tingginya debit air tahun ini menjadi salah satu penyebab jebolnya tanggul, bahkan mengakibatkan beberapa struktur beton hanyut terbawa arus.

Di tengah dampak banjir akibat tanggul Sungai Tuntang Demak yang jebol, masih terdapat sekitar dua hektare lahan pertanian yang belum dipanen. Kondisi tersebut dinilai menjadi keberuntungan tersendiri bagi masyarakat setempat karena tidak seluruh lahan terdampak.

Terkait dengan pengungsian, sebagian warga yang masuk kategori rentan seperti lansia masih menempati tempat pengungsian di Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Sementara warga lainnya memilih kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan dan perbaikan.

Selain Desa Kebonagung, Pemkab Demak juga melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan lain, di antaranya Tanggul Cabean, Desa Pilangwetan, serta Kali Dombo yang sebelumnya sempat mengalami limpasan air, guna mengantisipasi dampak lanjutan dari kondisi tanggul Sungai Tuntang Demak.

"Kami terus berkoordinasi dengan BBWS dan BPWS. Mana yang bisa ditangani melalui APBD akan kami lakukan, termasuk normalisasi sungai secara masif. Untuk sungai besar seperti Kali Dombo, sudah kami anggarkan hingga tahun 2025," ujarnya.

Bupati Eisti’anah juga menyebutkan opsi pengusulan modifikasi cuaca apabila curah hujan masih tinggi. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap pertimbangan karena posisi Demak berada di wilayah hilir, sehingga menghadapi tantangan rob dan aliran air yang tidak serta-merta dapat mengalir langsung ke laut, kondisi yang turut memengaruhi penanganan tanggul Sungai Tuntang Demak dan wilayah sekitarnya.

"Kami berharap semua pihak terus bersinergi. Yang paling penting adalah keselamatan dan kepentingan masyarakat Demak, karena kejadian seperti ini terus berulang dan masyarakat yang paling terdampak," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Ini Prediksi Awal Puasa 2026 di Amerika hingga Asia

Ini Prediksi Awal Puasa 2026 di Amerika hingga Asia

News
| Selasa, 17 Februari 2026, 16:47 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement