Advertisement
Hujan Deras, Jalan Antar-Kecamatan di Ngawi Ambrol 25 Meter
Kondisi jembatan dan jalan alternatif di Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi yang ambrol Diterjang banjir, Senin (16/2 - 2026). (Istimewa)
Advertisement
Harianjogja.com, NGAWI—Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (14/2/2026), memicu ambrolnya jalan penghubung antar-kecamatan di Dusun Kluweng, Desa Jeblogan, Kecamatan Paron. Panjang kerusakan mencapai sekitar 25 meter dan membuat akses alternatif Paron–Kedunggalar terputus.
Dari total kerusakan tersebut, sekitar 10 meter badan jalan terbelah total, sementara 15 meter lainnya tergerus sebagian hingga menyisakan separuh badan jalan yang menggantung dan berpotensi longsor susulan. Jalur ini selama ini menjadi akses strategis penghubung Kecamatan Paron dan Kecamatan Kedunggalar.
Advertisement
Ketua RT setempat, Midun, mengatakan hujan deras sudah turun sejak siang hari dan mencapai intensitas tertinggi pada pukul 16.00–17.00 WIB. Luapan air sungai yang tak tertampung menjadi pemicu utama ambrolnya jalan.
“Sampah menyumbat terowongan di bawah jembatan sehingga aliran air tersendat. Air kemudian meluap ke badan jalan dan menggerus talut sampai akhirnya ambrol,” ujar Midun, Senin (16/2/2026).
Saat kejadian, ketinggian air dilaporkan sempat mencapai sekitar 45 sentimeter di atas badan jalan. Warga setempat segera menutup akses demi mencegah risiko lebih besar sebelum jalan runtuh sepenuhnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di sejumlah wilayah lain. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan banjir luapan di Kecamatan Widodaren, Kecamatan Ngawi, serta Kecamatan Kedunggalar.
Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi Partoyo menyebut sedikitnya tiga rumah warga mengalami kerusakan berat. Satu rumah di Desa Karangbanyu, Widodaren, rusak akibat tertimpa pohon tumbang, sementara dua rumah di Desa Sirigan dan Desa Katikan, Kedunggalar, terdampak banjir hingga nyaris roboh dan penghuninya terpaksa mengungsi.
“Tidak ada korban jiwa. Tim reaksi cepat sudah melakukan asesmen dan penanganan awal di lokasi kejadian,” kata Partoyo.
BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat lanjutan, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai serta kawasan rawan longsor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : espos.id
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah Padang Laksanakan Tarawih Perdana
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






