Advertisement

Penanganan Tanah Longsor di Ungaran Ditarget Rampung 7 Hari

Newswire
Selasa, 17 Februari 2026 - 15:47 WIB
Maya Herawati
Penanganan Tanah Longsor di Ungaran Ditarget Rampung 7 Hari Foto ilustrasi tanah longsor dibuat menggunakan artificial intelligence.

Advertisement

Harianjogja.com, SEMARANG—Penanganan longsor Ungaran Timur di Perumahan Delta Asri, Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, ditargetkan rampung dalam waktu sepekan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta seluruh dinas terkait bergerak cepat agar konektivitas antarkampung yang terputus segera pulih dan aktivitas warga kembali normal.

Instruksi tersebut disampaikan langsung saat ia meninjau lokasi longsor Ungaran Timur. Ia menegaskan kepada jajaran dinas agar proses kajian teknis tidak berlarut-larut, mengingat warga terdampak sudah menunggu kepastian.

Advertisement

"Dari PUPR sudah melakukan kajian. Saya bilang jangan lama-lama melakukan kajian, masyarakat sudah menunggu, biar nanti antara satu RW dengan RW lainnya terhubung," katanya di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota sejauh ini telah menjalankan berbagai langkah mitigasi bencana. Upaya tersebut mencakup pemetaan wilayah rawan longsor, tanah bergerak, banjir, hingga rob, dengan pendekatan yang disesuaikan karakteristik tiap daerah.

"Mitigasi sudah. Setiap daerah memiliki karakteristik berbeda-beda, penanganan juga berbeda, dan kecepatan itu perlu," katanya.

Ia menekankan bahwa kolaborasi dan semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam penanganan longsor Ungaran Timur maupun persoalan kebencanaan lainnya. Sinergi lintas unsur dinilai telah berjalan baik di Kabupaten Semarang.

"Ini bentuk kolaborasi yang kompak ya di Kabupaten Semarang ini. Ada Bupati, Dandim, Kapolres, ada Tagana, TRC, kemudian semua komponen masyarakat bahu-membahu dalam mengatasi masalah," katanya.

Peningkatan kesadaran masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh instansi pemerintah dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana. Terutama, Taruna Siaga Bencana (Tagana) di 35 kabupaten/kota diminta selalu siaga, termasuk para pimpinan daerahnya.

"Bentuk hadirnya negara adalah bagaimana antara komponen masyarakat bersama-sama untuk bahu-membahu, tidak boleh ada yang menyalahkan. Inilah namanya penyelesaian problem bersama," katanya, didampingi Bupati Semarang Ngesti Nugraha.

Sejumlah bantuan juga telah digelontorkan untuk mempercepat penanganan longsor Ungaran Timur di Perumahan Delta Asri Leyangan. Pemerintah Kabupaten Semarang menurunkan crane guna membantu proses penurunan karung pasir dan pengangkatan beton jembatan yang roboh.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan berupa bibit pohon untuk penghijauan, 100 sepatu boots bagi relawan, 100 paket sembako dari Baznas untuk warga terdampak, 200 unit mushaf Al Quran, bantuan beras senilai Rp2,7 juta, serta logistik lainnya senilai Rp6,28 juta yang didistribusikan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Cuaca Ekstrem Jadi Perhatian Menhub Jelang Mudik Lebaran 2026

Cuaca Ekstrem Jadi Perhatian Menhub Jelang Mudik Lebaran 2026

News
| Selasa, 17 Februari 2026, 17:07 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement