Advertisement
Jateng Target Bebas Sampah 2028, Lebih Cepat dari Nasional
Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, BANYUMAS — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, optimistis provinsinya mampu mencapai target bebas sampah pada 2028, lebih cepat dari target nasional yang dipatok pada 2029. Keyakinan tersebut didukung penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu yang kini terus dikembangkan di berbagai daerah.
Optimisme itu disampaikan Luthfi usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau TPST BLE Banyumas di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Selasa siang.
Advertisement
Menurutnya, ketertarikan Presiden terhadap sistem pengelolaan sampah di Banyumas menjadi sinyal positif bahwa pendekatan dari hulu hingga hilir berbasis ekonomi sirkular yang diterapkan di Jawa Tengah sudah berada di jalur yang tepat.
“Ini bisa menjadi role model. Pengelolaan dilakukan dari hulu sampai hilir secara bersama-sama,” ujarnya.
BACA JUGA
Pemprov Jateng saat ini tengah mempercepat pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di sejumlah kabupaten/kota. Tercatat, sebanyak 13 daerah masih dalam tahap pengembangan fasilitas RDF, sementara tiga lainnya telah beroperasi.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat hilirisasi melalui kerja sama dengan empat pabrik semen sebagai offtaker atau pembeli hasil olahan sampah. Skema ini dinilai menjadi kekuatan utama dalam memastikan keberlanjutan sistem pengelolaan sampah berbasis industri.
Pengembangan sistem regional juga tengah disiapkan, khususnya untuk wilayah dengan timbulan sampah tinggi seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya.
Luthfi menilai model yang diterapkan di Banyumas menjadi contoh konkret integrasi pengelolaan sampah modern, mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga hingga pemanfaatan akhir yang memiliki nilai ekonomi.
“Target nasional 2029 zero sampah, Jawa Tengah siap lebih cepat. Tahun 2028 kita optimistis bisa tercapai,” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari Presiden Prabowo yang menilai capaian Jawa Tengah sudah cukup baik dan berpotensi menjadi rujukan bagi daerah lain.
Sementara itu, Kepala UPTD TPST BLE Banyumas, Edy Nugroho, menjelaskan bahwa sistem pengelolaan sampah di Banyumas telah menerapkan konsep waste to value, di mana sampah tidak lagi dianggap limbah, tetapi sumber ekonomi.
Saat ini, timbulan sampah di Banyumas mencapai sekitar 738,80 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 77,76 persen atau 574,52 ton telah berhasil dikelola, sementara sisanya masih dalam proses penanganan.
Pengolahan dilakukan secara berjenjang, mulai dari pemilahan di rumah tangga hingga pengolahan di fasilitas TPST menjadi bahan bakar alternatif seperti RDF yang dapat dimanfaatkan sektor industri.
Dengan pendekatan menyeluruh ini, Jawa Tengah semakin percaya diri untuk menjadi pelopor provinsi bebas sampah di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kecelakaan KA Bekasi Timur, Pemprov Jabar Tanggung Biaya Korban
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dugaan Pungli Lurah Kulonprogo Diselidiki, Bupati Turun Tangan
- Ini Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Selasa 28 April 2026
- KA Jogja Dibatalkan Imbas Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Ini Daftarnya
- Polisi Tangkap 7 Anggota Geng Remaja Tewaskan Pelajar Bantul
- Jadwal KRL Solo-Jogja 28 April 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Advertisement




