Harga Mentimun Naik Dua Kali Lipat, Petani Wonogiri Untung Besar
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
Ilustrasi pelecehan seksual - Freepik
Harianjogja.com, WONOGIRI—Kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan sekolah kembali mencuat dan menjadi perhatian serius di Kabupaten Wonogiri. Seorang guru olahraga berinisial JT yang mengajar di salah satu SMP negeri di Kecamatan Wonogiri dilaporkan melakukan tindakan tak pantas terhadap siswinya. Peristiwa ini kini tengah ditangani lintas instansi untuk memastikan perlindungan korban sekaligus penegakan hukum.
Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di momen kegiatan sekolah, yakni saat pemberangkatan study tour. Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika korban mendekati rekannya yang berada di sekitar pelaku. Saat itu, korban sempat melakukan salim sebagai bentuk hormat kepada guru.
Namun, situasi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku. Tangan korban disebut tidak segera dilepaskan, bahkan pelaku diduga melakukan tindakan yang mengarah pada pelecehan dengan dalih memeriksa barang bawaan korban. Dalam kondisi tersebut, korban dilaporkan tidak mampu menghindar karena tangannya digenggam erat.
Tidak hanya dugaan pelecehan fisik, JT juga disebut melakukan tindakan tidak pantas melalui media digital. Oknum guru tersebut diduga mengirimkan pesan berisi konten yang tidak layak kepada siswi lain melalui aplikasi WhatsApp. Dugaan ini semakin memperkuat indikasi adanya pelanggaran serius di lingkungan pendidikan.
Kepala Dinas Sosial P3A Wonogiri, Antonius Tiyas Harjanto, membenarkan bahwa laporan terkait kasus tersebut telah diterima dan sedang ditindaklanjuti. Pemerintah daerah pun bergerak cepat dengan menerjunkan tim gabungan untuk melakukan penelusuran.
“Hari ini kami berkoordinasi dengan Disdikbud [Dinas Pendidikan dan Kebudayaan], tim langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan klarifikasi,” ujar Anton kepada wartawan, Rabu (6/5/2026) pagi.
Langkah cepat ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal kepada korban, termasuk kemungkinan pendampingan psikologis. Pemerintah Kabupaten Wonogiri menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan seksual, terlebih yang terjadi di lingkungan sekolah.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap interaksi di lingkungan pendidikan. Selain itu, literasi dan edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual dinilai perlu terus diperkuat, baik kepada siswa, guru, maupun orang tua.
Di sisi lain, pihak sekolah yang bersangkutan belum memberikan pernyataan resmi. Saat dikonfirmasi, pihak sekolah memilih untuk tidak berkomentar dengan alasan kasus masih dalam penanganan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri.
Seiring proses investigasi berjalan, publik kini menanti langkah tegas yang diambil pemerintah dan aparat terkait untuk memastikan keadilan bagi korban serta mencegah kasus serupa terulang di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
John Herdman memastikan telah mengantongi 26 pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026. Satu slot kiper tambahan akan diumumkan di Jakarta.
Sudaryono meminta jajaran BGN fokus membenahi tata kelola MBG dan tidak larut dalam persoalan hukum yang tengah diproses aparat.
Daftar harga BBM terbaru 23 Juli 2026 di Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo. Dexlite, Pertamina Dex, serta Pertamax Turbo turun.
Rekayasa lalu lintas buka tutup di Simpang Empat Sedayu, Bantul, berlaku hingga 2 September 2026. Pengendara diminta waspada dan memilih jalur alternatif.