Laporan Siswi Diduga Diabaikan, Kasus Guru SMP di Wonogiri Didalami
Polisi mengusut dugaan pelecehan seksual guru SMP di Wonogiri yang disebut berlangsung sejak 2013. Dugaan pembiaran sekolah ikut didalami.
Ilustrasi pelecehan seksual - Freepik
Harianjogja.com, WONOGIRI— Penanganan kasus dugaan pelecehan seksual di salah satu SMP negeri di Kecamatan Wonogiri memasuki babak baru. Polisi menetapkan seorang guru berinisial JT sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara pada Rabu (6/5/2026).
Penetapan tersangka dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Wonogiri setelah penyidik mengumpulkan keterangan dan bukti awal. Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan lingkungan pendidikan dan berdampak langsung pada keamanan siswa.
Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, mengatakan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti laporan yang masuk dari masyarakat.
“Sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Kami bergerak cepat menindaklanjuti kasus ini, saat ini masih dalam pendalaman,” ujar Agung kepada wartawan, Rabu sore.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka disebut telah mengakui perbuatannya. Hal ini menjadi dasar kuat bagi penyidik untuk melanjutkan proses hukum ke tahap berikutnya.
Jumlah korban yang terdata hingga saat ini mencapai delapan orang. Namun, angka tersebut belum final karena penyelidikan masih terus berlangsung.
“Sampai saat ini ada delapan korban. Ada potensi bertambah. Kami membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban,” tegasnya.
Temuan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama orang tua siswa, karena kasus tidak hanya melibatkan murid aktif, tetapi juga alumni yang diduga mengalami peristiwa serupa di masa lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berasal dari siswa yang masih bersekolah maupun alumni yang mengalami dugaan pelecehan saat masih menjadi peserta didik.
Polisi kini mendalami lebih lanjut pola dan bentuk tindakan yang dilakukan tersangka dalam setiap kasus, termasuk kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.
Agung menambahkan bahwa proses penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh fakta terungkap.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk berani melapor jika mengetahui atau mengalami kejadian serupa, guna membantu pengungkapan kasus secara tuntas.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan di lingkungan pendidikan serta perlindungan terhadap siswa agar terhindar dari tindak kekerasan seksual yang berdampak jangka panjang. Proses hukum yang berjalan diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban sekaligus mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Polisi mengusut dugaan pelecehan seksual guru SMP di Wonogiri yang disebut berlangsung sejak 2013. Dugaan pembiaran sekolah ikut didalami.
Meta menguji fitur Meta AI di Threads yang memungkinkan pengguna bertanya langsung soal tren dan berita viral seperti Grok di X.
Polisi mengungkap identitas salah satu kerangka manusia yang ditemukan di Sungai Bedog Bantul, korban diketahui bernama Sumadi.
Veda Ega Pratama siap tampil di Moto3 Barcelona 2026 dengan peluang besar menembus tiga besar klasemen dunia
Toyota Kijang Innova Reborn sukses mengalahkan penjualan Innova Zenix pada April 2026 dan kembali jadi mobil terlaris Indonesia.
Lionel Messi menjadi pemain bergaji tertinggi MLS 2026 dengan pendapatan Rp462 miliar per tahun, jauh meninggalkan Son Heung-min.