Peluang Kerja ke Jepang Terbuka, Pemkab Magelang Dorong SDM Lokal Naik Kelas
Jepang diproyeksikan membutuhkan 820.000 tenaga kerja dalam lima tahun. Pemkab Magelang mendorong SDM lokal meningkatkan kompetensi.
Diskusi kenakalan remaja di Aula Perpustakaan Kota Magelang, Sabtu (3/8/2024)./Ist-Dok
Harianjogja.com, MAGELANG—Mitigasi kenakalan remaja di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang merupakan tanggung jawab bersama. Salah satu pemicu kenakalan remaja adalah menggunaan media sosial yang tidak diiringi dengan pendampingan dan kasih sayang keluarga.
Hal itu disampaikan President Lions Club Magelang Taruna, ES Murtiwi Arif dalam kegiatan Magelang Discussion Club (MDC) dengan tema Membangun Akhlaqul Karimah, Mengatasi Kenakalan Remaja di Wilayah Magelang di aula Perpustakaan Kota Magelang, Sabtu (3/8/2024).
"Karakteristik remaja adalah masa-masa di mana mereka ingin mendapatkan aktualisasi atau pengakuan dari semua orang. Salah sedikit saja memaknai aktualisasi diri ini bisa membuat masalah yang besar, salah satunya adalah kenakalan remaja," kata Murtiwi Arif.
Perempuan yang juga notaris tersebut menuturkan saat ini semua elemen masyarakat bersama pemerintah perlu berkolaborasi dan bersinergi untuk mengarahkan karakteristik remaja ke arah yang positif.
Semua pihak diajak ikut mengarahkan kalangan remaja yang sedang dalam fase pencarian jati diri, agar menuju ke arah hal-hal yang lebih positif, seperti memperbanyak sarana olahraga, meningkatkan edukasi vokasional, khususnya terkait minat dan bakat dari remaja tersebut.
"Kalau mereka sibuk dengan hal-hal positif, tentunya akan terhindar dari kegiatan negatif. Bekali penggunaan media sosial secara bijak, dan wadahi kepentingan mereka untuk berkreasi dan berprestasi sehingga ini menjadi jalur yang tepat mencegah aksi-aksi negatif kaum remaja," katanya.
Dari segi psikologi remaja, ia menyebut dampak dari keluarga yang tidak memberikan kasih sayang secara penuh kepada anaknya, akan membuat sang anak kesulitan mendapatkan pengakuan jati diri.
“Kalau kita ngomongin anak-anak tidak bisa lepas dari keluarga. Jadi sangat penting, anak-anak kita mendapatkan apeksi secara penuh dari orangtua, sehingga perasaan empati akan lebih menonjol dibanding dengan emosionalnya," sebut Murtiwi.
Menurutnya, jika anak tumbuh dan berkembang dari keluarga yang kurang harmonis dalam komunikasinya dengan keluarga, akan memiliki kepribadian anti sosial dan minim empati.
“Kemudian pengaruh lainnya adalah konformitas yaitu pengaruh sosial di mana anak mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma sosial di lingkungan ia bergaul," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Imam Baihaqi mengatakan kenakalan remaja bisa dicegah dari semua sisi dan lini, termasuk melalui diskusi interaktif MDC yang digagas ICMI Orda Magelang serta melibatkan para siswa di Magelang ini.
“Kami mengapresiasi kegiatan diskusi semacam ini. Kami berharap, dengan adanya pembekalan dan pengetahuan lewat diskusi ini, kenakalan remaja yang dipengaruhi banyak hal itu, bisa dicegah di Kota Magelang," katanya.
Diskusi tersebut melibatkan sejumlah stakeholders terkait. Di akhir acara ada testimoni dari mantan anak punk dan pelaku klitih yang sudah berubah menjadi baik. Bahkan, kini dia berhasil menjadi seorang advokat muda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jepang diproyeksikan membutuhkan 820.000 tenaga kerja dalam lima tahun. Pemkab Magelang mendorong SDM lokal meningkatkan kompetensi.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 28 September 2026, lengkap dengan 10 jadwal keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.