2.681 Lowongan Kerja Dibuka di Magelang, Peluang Disabilitas Tersedia

Nina Atmasari
Nina Atmasari Rabu, 29 Juli 2026 13:17 WIB
2.681 Lowongan Kerja Dibuka di Magelang, Peluang Disabilitas Tersedia

Pencari kerja mendatangi Job Fair 2026 yang di Gedung Wanita pada Selasa (28/7/2026). /Ist-Dok Prokompim Kota Magelang

Harianjogja.com, KOTA MAGELANG—Sebanyak 2.681 lowongan kerja dibuka dalam Job Fair 2026 yang digelar Pemerintah Kota Magelang di Gedung Wanita pada 28–29 Juli 2026. Bursa kerja tersebut juga menyediakan kesempatan bagi penyandang disabilitas.

Sebanyak 18 perusahaan lokal, regional, dan nasional terlibat dalam kegiatan tersebut. Kebutuhan tenaga kerja yang ditawarkan mencakup lulusan SLTP, SMA/SMK, diploma, hingga sarjana.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Magelang Susilowati mengatakan Job Fair menjadi upaya pemerintah untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sekaligus mempercepat proses rekrutmen melalui layanan ketenagakerjaan yang lebih mudah diakses.

Penyelenggaraan Job Fair juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Kota Magelang.

Selama dua hari pelaksanaan, pemerintah menargetkan sekitar 2.000 pencari kerja memanfaatkan layanan tersebut.

Selain bursa kerja, kegiatan ini menghadirkan talkshow dan workshop mengenai peluang kerja di luar negeri, kesiapan mental memasuki dunia kerja, serta bedah CV untuk meningkatkan kesiapan pelamar.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan Job Fair bukan sekadar mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

"Pelaksanaan Job Fair ini adalah bukti, PemkotMagelang ingin membuka lebih banyak peluang bagi warganya. Di sini mempertemukan harapan dengan kesempatan, agar semakin banyak masyarakat bisa bekerja dan hidup lebih sejahtera," ujarnya.

Damar menambahkan, penciptaan lapangan kerja membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia kerja tidak hanya membutuhkan keterampilan, tetapi juga karakter seperti kejujuran, disiplin, kemauan belajar, dan kemampuan bekerja sama.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai Job Fair menjadi sarana yang efektif di tengah tantangan dunia kerja akibat perubahan ekonomi global, disrupsi teknologi, dan ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja.

Afriansyah juga mendorong pencari kerja untuk melihat peluang karier di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dinilai memiliki prospek besar.

Sementara itu, Samsul, salah satu pencari kerja yang datang ke Job Fair 2026, menilai program ini menjadi kesempatan untuk memulai karier.

Lulusan S1 Ilmu Komunikasi dari salah satu perguruan tinggi negeri itu mengaku memanfaatkan bursa kerja tersebut untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya sekaligus menambah pengalaman mengikuti proses seleksi.

"Saya baru lulus, jadi ingin mencari peluang kerja dan pengalaman. Senang karena di sini bisa bertemu langsung dengan perusahaan dan melamar di beberapa tempat," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online