Rem Diduga Blong, Bus Pendaki Gunung Lawu Tabrak Rumah Makan
Bus rombongan pendaki Gunung Lawu mengalami kecelakaan di Ngargoyoso, Karanganyar. Polisi menduga rem bermasalah saat melintas jalur menurun.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Satresnarkoba Polres Karanganyar menggerebek sebuah rumah di wilayah Gondangrejo yang diduga digunakan untuk meracik sekaligus menjual minuman keras (miras) ilegal pada Minggu (19/10/2025) malam.
Satu orang pelaku berhasil ditangkap beserta belasan botol miras siap edar dari berbagai jenis dalam penggrebekan ini. Pelaku diamankan berinisial MW alias Mbah Temon, 60, warga Dukuh Bonorejo, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.
Pejabat Sementara (PS) Kasi Humas Polres Karanganyar, Iptu Mulyadi, mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Hadi Kristanto, mengatakan penggerebekan dilakukan dalam rangka Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) 2025. Operasi ini merupakan bagian dari upaya Polres Karanganyar untuk menekan peredaran miras ilegal di wilayah hukumnya.
“Polres Karanganyar tidak akan memberikan ruang bagi peredaran miras tanpa izin. Miras ilegal kerap menjadi pemicu gangguan kamtibmas seperti perkelahian dan tindak kriminal lainnya,” tegas Mulyadi, Senin (20/10/2025).
Dia mengatakan penggrebekan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat yang resah akan peredaran miras. Kemudian polisi melakukan penyelidikan dan pengintaian di lokasi. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi melakukan penggrebekan dan mendapati sejumlah barang bukti. Di antaranya berupa tujuh botol air mineral ukuran besar berisi ciu, tiga botol merek Draft Beer, dua botol minuman beralkohol merek Kkawa-Kawa, dan dua botol Singaraja.
Dari operasi ini, polisi mengamankan seorang pelaku pembuat, peracik, sekaligus penjual minuman keras tanpa izin di Kecamatan Gondangrejo.
"Pelaku akan diproses hukum lebih lanjut dan dijerat dengan Pasal 15 Ayat (2) Perda Kabupaten Karanganyar Nomor 16 Tahun 2009 tentang Larangan dan Pengendalian Minuman Beralkohol," kata dia.
Dia mengatakan ancaman hukumannya berupa pidana kurungan dua hingga tiga bulan dan/atau denda Rp40 juta hingga Rp50 juta. Kasus ini akan dilanjutkan melalui sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Sementara itu, pelaku kini diamankan di Mapolres Karanganyar untuk pemeriksaan lanjutan.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika mengetahui adanya peredaran atau produksi miras ilegal di lingkungannya. Peran serta masyarakat sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Bus rombongan pendaki Gunung Lawu mengalami kecelakaan di Ngargoyoso, Karanganyar. Polisi menduga rem bermasalah saat melintas jalur menurun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.