Libur Nataru, Jembatan Kaca Kemuning Masih Dipadati Wisatawan
Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills Karanganyar masih ramai wisatawan hingga akhir libur Nataru 2025-2026.
Ilustrasi pelecehan seksual - Freepik
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Warga Dukuh Wonolapan, Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, dibuat resah oleh kemunculan seorang pria telanjang yang berkeliaran di kawasan permukiman pada malam hingga dini hari. Aksi pria misterius tersebut dilaporkan telah berlangsung selama sekitar dua pekan terakhir.
Keberadaan pria tanpa busana itu bahkan sempat terekam kamera pengawas (CCTV) milik warga. Rekaman tersebut memperlihatkan pelaku berjalan di sejumlah ruas jalan kampung yang relatif sepi saat malam hari.
Camat Gondangrejo, Hendrawan Sritomo, mengatakan pria tersebut terekam berkeliaran di lingkungan permukiman warga pada malam hari.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga yang sempat melihat langsung, pelaku merupakan pria muda dengan postur tubuh tinggi dan kurus, berkulit cerah, serta berambut pendek atau cepak. Saat muncul di lingkungan warga, pelaku diketahui tidak mengenakan pakaian.
Aksi pria misterius itu umumnya terjadi pada rentang waktu pukul 22.00 WIB hingga sekitar pukul 01.00 WIB sampai 02.00 WIB. Laporan terbaru dari warga menyebutkan kejadian serupa kembali terjadi pada Kamis (28/5/2026) malam.
Warga Sempat Panik karena Pelaku Mengetuk Pintu Rumah
Keresahan warga semakin meningkat setelah muncul laporan bahwa pria misterius tersebut sempat mengetuk pintu rumah warga pada malam hari. Peristiwa itu membuat sejumlah warga merasa khawatir dan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar.
Aparat dari Polsek Gondangrejo telah mendatangi lokasi dan melakukan penjagaan. Namun hingga saat ini, identitas maupun keberadaan pria tersebut masih belum diketahui.
"Jadi terornya berpindah-pindah lokasi dari perumahan ke perumahan lain di Dukuh Wonolapan," katanya.
Menurut Hendrawan, pola kemunculan pelaku yang berpindah-pindah lokasi membuat upaya pencarian dan pengawasan menjadi lebih sulit dilakukan.
Ronda Malam Kembali Diaktifkan
Meski belum ditemukan laporan kehilangan barang maupun kasus pencurian yang berkaitan dengan kemunculan pria tersebut, rasa takut dan waswas tetap dirasakan warga, terutama perempuan yang tinggal di kawasan permukiman setempat.
Hendrawan mengatakan warga bersama pengurus lingkungan telah mengambil langkah antisipasi dengan mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam.
Selain ronda malam, patroli lingkungan pada jam-jam rawan juga direncanakan untuk memperkuat pengawasan dan menjaga keamanan wilayah permukiman.
Pihak kecamatan turut mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor kepada aparat apabila menemukan orang yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiyono, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait laporan kemunculan pria misterius yang meresahkan warga tersebut. Petugas terus mengumpulkan informasi dan menelusuri berbagai keterangan yang diperoleh guna mengungkap identitas pelaku serta memastikan situasi keamanan masyarakat tetap kondusif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills Karanganyar masih ramai wisatawan hingga akhir libur Nataru 2025-2026.
Kemenkes mengintegrasikan skrining kanker usus dalam Program Cek Kesehatan Gratis. Sebanyak 11.000 hasil positif ditemukan dari peserta skrining.
Harga iPhone di iBox pada Mei 2026 mayoritas naik. iPhone 15 dan iPhone 17 mencatat kenaikan terbesar, sementara iPhone 14 justru turun.
Stellantis menarik 419.035 unit Jeep Grand Cherokee di AS akibat gangguan software yang berpotensi menghambat pengembangan airbag samping saat kecelakaan.
Seekor ular kobra sepanjang 1,2 meter dievakuasi dari rumah warga di Prambanan, Klaten. Polisi mengimbau warga tidak menangkap ular sendiri.
Grand Hotel De Djokja memperkenalkan wajah baru hotel yang menggabungkan kemewahan modern dengan nilai-nilai sejarah yang telah melekat sejak berdiri pada tahun