SE Mendikdasmen Terbit, 549 Guru Honorer Sragen Terancam Tergusur
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SOLO—Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan oknum guru SMA di Karanganyar memasuki babak baru setelah Polresta Solo meningkatkan penanganannya ke tahap penyidikan.
Gelar perkara menyimpulkan adanya unsur pidana sehingga penyidik melanjutkan proses hukum. Sejumlah saksi masih diperiksa guna melengkapi pembuktian.
Korban yang masih berusia di bawah umur diketahui mengalami tekanan psikologis dan belum siap kembali beraktivitas di sekolah. Polisi bersama pihak sekolah berupaya memberikan pendampingan dan perlindungan maksimal.
Wakasat Reskrim Polresta Solo, AKP Sudarmianto, mengatakan penyidik telah melakukan serangkaian pemeriksaan dan melengkapi alat bukti sebelum menaikkan status perkara.
“Kami telah melakukan serangkaian pemeriksaan dan melengkapi sejumlah bukti. Selain itu juga dilakukan gelar perkara dan ditemukan adanya unsur tindak pidana. Karena itu perkara ini sudah naik ke penyidikan,” kata AKP Sudarmianto dilansir Espos, Minggu (4/1/2025).
AKP Sudarmianto menegaskan kepolisian menangani perkara tersebut secara serius. Saat ini, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi guna memperkuat pembuktian dalam proses penyidikan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan kondisi korban hingga kini masih mengalami trauma dan enggan berhubungan dengan aktivitas yang berkaitan dengan sekolah.
“Karena korban sendiri merasa depresi dan malu akibat kejadian itu,” tambahnya.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak kepolisian berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk sekolah, untuk memberikan pendampingan penuh kepada korban agar kondisi psikologisnya kembali pulih dan dapat melanjutkan pendidikan.
“Selanjutnya kami akan meminta keterangan dari pihak sekolah. Dalam waktu dekat, kami juga akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan. Surat pemanggilan akan segera kami kirimkan, namun statusnya masih sebagai saksi terlapor,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan Espos, seorang guru SMA di Karanganyar dilaporkan ke Satreskrim Polresta Solo atas dugaan tindak pidana pencabulan dan persetubuhan terhadap siswinya yang masih berusia 15 tahun. Dugaan perbuatan tersebut disebut terjadi hingga 10 kali dalam kurun waktu sekitar satu tahun.
Berdasarkan pemeriksaan awal, perbuatan asusila yang diduga dilakukan oknum guru berinisial DPB, 37, itu dilakukan secara berulang di sejumlah lokasi, termasuk beberapa hotel di wilayah Solo, luar Solo, hingga Yogyakarta.
Modus yang digunakan guru yang diketahui telah beristri itu adalah bujuk rayu. DPB disebut mengaku menyukai korban dan memberikan iming-iming hadiah berupa pakaian, jam tangan, serta barang lainnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum mengingat dugaan perbuatan dilakukan berulang kali dalam rentang waktu cukup panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.